sutrah dalam solat

Artikel Dari: Portal Komuniti :: Ukhwah.com

http://ukhwah.com:443/ukhwah/



Tarikh: Rabu, 16 Jun 2004 @ 22:37:52
Topik: Tazkirah



1. Dari Ibnu `Umar radliallahu `anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:

"Janganlah kamu shalat kecuali menghadap sutrah (batas tempat sholat) dan jangan biarkan seorang pun lewat di depanmu, jika ia enggan maka perangilah karena bersamanya ada qarin (teman)." (hari. Muslim dalam As-Shahih no. 260, Ibnu Khuzaimah dalam As-Shahih 800, Al- Hakim dalam Al-Mustadrak 1/251 dan Baihaqi dalam As-Sunan Al- Kubra 2/268)

2. Dari Abu Said Al-Khudri radliallahu `anhu ia berkata: "Rasulullah
shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:

"Jika shalat salah seorang diantara kalian, hendaklah shalat menghadap
sutrah dan hendaklah mendekat padanya dan jangan biarkan
seorangpun lewat antara dia dengan sutrah. Jika ada seseorang lewat
(didepannya) maka perangilah karena dia adalah syaitan." (hari.
Ibnu Abi yaibah dalam Al-Mushannaf 1/279, Abu Dawud dalam As-Sunan 297, Ibnu
Majah dalam As-Sunan no. 954, Ibnu Hibban
dalam As-Shahih 4/48, 49-Al-Ihsan, dan Al-Baihaqi dalam As-Sunanul Kubra
2/267,sanadnya hasan) Di dalam riwayat lain (yang
artinya): "(Karena) sesungguhnya setan lewat antara dia dengan sutrah."

Mengomentari hadits Abu Said di atas As-Syaukani berkata: "Padanya
(menunjukkan) bahwa memasang sutrah itu adalah wajib."
(Nailul Authar 3/2). Beliau juga berkata: "Dan kebanyakan hadits- hadits
(dalam masalah ini) mengandung perintah dengannya dan
dhahir perintah (menunjukkan) wajib. Jika dijumpai sesuatu yang memalingkan
perintah-perintah ini dari wajib ke mandub maka itulah
hukumnya. Dan tidak tepat dijadikan pemaling (pengubah hukum) sabda
shallallahu `alaihi wa sallam (yang artinya): "Sesungguhnya
tidak memudharatkan apapun yang lewat di depannya karena menghindarnya orang
shalat dari perkara yang memudharatkan
shalatnya dan menghindari hilangnya sebagian pahalanya adalah wajib
atasnya." (As-Sailul Jarar 1/176)

Di antara perkara yang menguatkan wajibnya: Sesungguhnya sutrah merupakan
sebab syari yang menyebabkan tidak sahnya shalat
karena lewatnya wanita baligh, keledai dan anjing hitam sebagaimana telah
sah yang demikian itu dalam hadits yang menyatakan
larangan orang lewat di depan orang shalat, dan hukum- hukum lainnya yang
berkaitan dengan sutrah. (Tamamul Minnah hal. 300)

5. Qurrah bin Iyas berkata: "Umar melihatku sedangkan aku (ketika itu)
shalat di antara dua tiang. Maka dia memegang tengkukku
dan mendekatkan aku ke sutrah seraya berkata: Shalatlah menghadap
kepadanya." (hari. Al-Bukhari dalam Shahihnya 1/577 oleh Ibnu Abi
Syaibah di dalam Al-Mushannaf 2/370)

Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata: "Umar memaksudkan perbuatannya itu agar shalat
(Qurrah bin Iyas) menghadap sutrah." (Fathul Bari
1/577)

6. Dari Nafi,ia berkata :"Bahwa Ibnu Umar jika tidak mendapati tempat yang
menghadap tiang dari tiang-tiang Masjid, lalu ia berkata
padaku :"Palingkan kepadaku punggungmu (untuk dijadikan sutroh,pent).(Ibnu
Abi Syaibah dalam Al- Mushannaf 1/279 dengan sanad
shahih).

7. (Dalam suatu riwayat) bahwa Salamah bin Al-Akhwa meletakkan batu di
tanah.Jika dia mahu mengejakan Sholat ,dia menghadap
kepadanya.(Ibnu Syaibah di dalam Al-Mushannaf 1/278)

8. Dari Ibnu Abbas .a. "Aku memasang tongkat di depan Rosulullah SAW ketika
di Arafah.Beliau sholat menghadapnya dan keledai
lewat dibelakang tongkat."(Ahmad dalam Al-Musnad 1/243,Ibnu Khuzaimah dalah
As-Shahih 840,Thabari dalam Al-Mujamul Kabir
11/243 dan sanad dari Imam Ahmad:hasan)

TENTANG JARAK KITA DENGAN SUTROH

9. Diriwayatkan bahwa :"Rasulullah SAW berdiri di dekat tabir.Jarak antara
beliau dengan tabir itu ada 3 hasta (hari.Bukhari dan
Ahmad)

10. Diantara tempat sujud beliau dengan dinding ada tempat berlalu kambing
(H. Bukhari dan Muslim)

11. Beliau bersabda :"Apabila salah seorang di antara kamu sholat menghadap
tabir, maka hendaklah ia mendekatkan dirinya kepada
tabir itu, sehingga setan tidak memutuskan dia dari sholatnya ". (Abu Daud
Al-Bazzar (p.54 Az-Zawaid),Al- Hakim dan dishahihkan
olehnya,dan disepakati oleh Adz-Dzahabi dan An-Nawawi)

BENDA-BENDA YANG BISA DIJADIKAN SUTROH

12. Dan kadangkala beliau menjadikan kendaraannya sebagai tabir,lalu sholat
dengan menghadap kendaraannya itu. (H. Bukhari
dan Ahmad)

13. Hal ini berbeda dengan sholat di tempat berbaring unta .Karena beliau
telah melarangnya (Muslim dan Ibnu Khuzaimah (92/2) dan
Ahmad

14. Kadangkala :"Beliau membawa semacam pelana ,lalu meluruskannya ,kemudian
beliau sholat dengan menghadap kepada ujung
pelana itu (H. Bukhari dan Ahmad)

15. Rasulullah SAW bersabda : "Apabila salah seorang diantara kamu
meletakkan semacam ujung pelana di hadapannya,maka
hendaklah ia shalat dengan tidak menghiraukan orang yang berlalu di
belakangnya(ujung pelana itu)" (H. Mulim dan Abu Daud)

16. Diriwayatkan bahwa :"Sesekali beliau shalat dengan menghadap ke sebuah
pohon.(H. NasaI dan Ahmad dengan sanad yang
shahih).

17. "Kadangkala beliau shalat dengan menghadap ke tempat tidur,sedangkan
Aisyah .a berbaring di atasnya -dibawah beludrunya-
(Al Bukhari,Muslim,dan Abu Yala(3/1107 -Mushawwaratu l-Maktab)

18. Rasulullah SAW tidak pernah membiarkan sesuatu berlalu diantara dirinya
dengan tabir.Dan pernah : "Beliau shalat,tiba-tiba
datanglah seekor kambing berlari di hadapannya,lalu beliau berlomba
dengannya hingga beliau menempelkan perutnya ke tabir -dan
berlalulah kambing itu di belakang beliau-" (Ibnu Khuzaimah di dalam
ash-Shahih (1/95/1),Ath-Thabrani(3/104/3),Al-Hakim dan
dishahihkan olehnya,dan disepakati oleh Adz-Dzahabi.

PERINGATAN KERAS BAGI YANG MELANGGAR SUTROH ORANG YANG SHOLAT

19. :"Sekiranya orang yang berlalu di hadapan orang yang shalat itu
mengetahui apa yang akan menimpanya,niscaya untuk berhenti
selama 40 tahun,adalah lebih baik baginya daripada untuk berlalu
dihadapannya ".(H. Al - Bukhari dan Muslim,riwayat lainnya
adalah riwayat Ibnu Khuzaimah(1/94/1)).

20. HAL-HAL YANG MEMUTUSKAN SHALAT

Rasulullah SAW bersabda: "Shalat seorang laki-laki,apabila tidak ada semacam
ujung pelana dihadapannya,maka akan diputus oleh
:wanita -yang haid (atau balighah), keledai dan anjing hitam ".

Abu Dzar berkata bahwasanya ia berkata,"Wahai Rasulullah,apa bedanya antara
anjing hitam dengan anjing merah ?" beliau
bersabda,"Anjing hitam adalah setan ". (H. Muslim,Abu Daud dan Ibnu
Khuzaimah (1/95/2)