Array
Welcome To Portal Komuniti Muslimah -- Hanan.com.my.my

  Create An Account Home  ·  Topik  ·  Statistik  ·  Your Account  ·  Hantar Artikel  ·  Top 10 01-07-2022  

  Suka!
New Page 1

  Mutiara Kata
THE MOST IMPORTANT LESSON YOU CAN LEARN FROM WINNING IS THAT YOU CAN...
-- Mutiara Kata

  Menu Utama

  Keahlian Portal Komuniti
Terkini: Maisarah99
Hari Ini: 0
Semalam: 0
Jumlah Ahli: 13727

  Sedang Online
Assalamualaikum
Tetamu

Nickname

Password



[ Mendaftar ]

Sedang Online:
Tetamu: 14
Ahli: 0
Jumlah: 14




  Dari Galeri
Time tengah study java kat library... ;-di

Salam ukhwah buat semua

  Yang Masuk Ke Sini
citey: 8 hari yang lalu
azan84: 37 hari yang lalu

Kahwin semasa belajar
 Posted on Isnin, 11 Julai 2005 @ 15:15:09oleh Hanan
Umum ardani menulis Anda mungkin seorang yang ingin menikah tapi tidak disetujui orang tua atau berkemampuan menikah tetapi tidak memiliki keberanian untuk melaksanakannya. Sederet permasalahan tersebut mungkin akan muncul dalam benak dan kehidupan kita bila pernikahan dini dikemukakanNikah dini? Mengapa tidak?

Berasama dua orang temannya, Lois Hoffman, seorang profesor psikologi di Michigan University, menulis sebuah buku dengan judul "Developmental Psychology Today". Berdasarkan beberapa penelitian mutakir, Hoffman dan kawan-kawan menulis satu bahasan khusus tentang menikah pada usia dewasa muda (young adulthood) yakni dari usia 18 tahun sampai sekitar 24 tahun.Adahal yang menarik dalam buku ini. Ketika Hoffman dan kawan-kawan sedang merampingkan bukunya, angka statistik di amerika menunjukan 34,6% perempuan usia 20-24 dan 21,4% laki-laki usia yang sama melakukan pernikahan, sementara mereka masih menempuh studi di perguruan tinggi.

Salah satu hal yang mempengaruhi keputusan mereka untuk menikah bukan kumpul kebo, sebagai mana lazimnya terjadi di amerika adalah komitmen. Selain komitmen, faktor lain sangat berpengaruh terhadap keputusan untuk menikah pada usia muda adalah tanggung jawab. Para laki-laki dan juga perempuan memiliki sense of responsibility "rasa tanggung jawab" yag tinggi, cendrung lebih cepat mengambil keputusan menikah.Perlu remaja putri ketahui, laki-laki yang memilih pacaran ketimbang menikah,adalah laki-laki yang mempunyai rasa tanggung jawab yang kurang, minimal takut memikul tanggung jawab dengan berbagai alasan, seperti masih kuliah, belum kerja, belum sipa mental, etc. Tapi dilain pihak ia ingin menikmati sesuatu dan "menyalurkan sedikit" kebutuhan secara gratis, tanpa tanggung jawab penuh.

Apakah ini laki-laki yang baik? belum lagi dosa-dosa yang harus di tanggung akibat pacaran tersebut beserta kafarohnya.Apakah sebaiknya segera menikah?Mari kita beranikan diri untuk membuka mata agar kita bisa melihat tentang betapa menyedihkannya generasi di zaman kita ini. Fitnah syahwat telah merata. Terpaan seksual datang silih berganti setiap hari. Media cetak serta elektronik berebut menampilkan gambar yang memancing birahi, sehingga pemuda-pemuda semakin penasaran.Usia pernikahan kian tertunda, sementara dorongan untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis semakin tergugah. Marilah jujur pada diri sendiri. Tanyakan pada dirimu apakah sering kali kalian merasa kesepian? jika kerinduan-kerinduan halus tentang hadirnya seorang pendamping sering kalian rasakan, sementara di saat-saat lain kalian dilanda kegelisahan karena kesepian, ini telah cukup sebagai tanda bahwa kalian itu sudah saat nya mempersiapkan diri untuk menikah. Jangan membohongi bisikan nuranimu dengan mengatakan, "kalau kita memang aman dari godaan syahwat kan juga apa-apa menunda nikah".Mari kita tengok sebuah riwayat tentang Abdullah bin Mas`ud r.a, sahabat Nabi SAW ini biasa mebaca alqur`an, disamping memang dia hafidz Alquran.

Jika sudah membaca alquran, kata Al-Qasim bin Abdurrahman menceritakan, Ibnu bujangan?"selanjut nya, Ibnu Mas`ud berkata lagi,"Mendekatlah kesini, kemudian katanya " Ya Allah, Anugrahilah ana seorang wanita yang apabila kupandang dia membuatku senang, jika kusuruh dia menaatiku, dan jika ana meninggalkanya, dia menjaga dirinya dan hartaku"Melalui caranya mengajak para bujangan berdoa mohon istri salehah, Ibnu Mas`ud membangun orientasi nikah untuk para bujangan. Orientasi ini akan membentuk rasa tanggung jawab dan membangkitkan keberanian untuk menikah.Usia berapakah ideal untuk menikah?Pakar Psikologi, Diane E. Papalia dan Slly Wendkos Olds dalam buku Human Development (1995), mengemukakan bahwa usia terbaik untuk menikah bagi perempuan adalah 19-25 tahun, sedangkan bagi laki0laki usia 20-25 tahun seharusnya sudah menikah. Ini adalah usia terbaik untuk menikah. baik unruk memulai kehidupan rumah tangga maupun untuk menjadi pengasuh anak pertama (the first time parenting)Yang lebih menarik adalah temuan Campbell dan kawan-kawan bahwa yang paling bahagia diantara pasangan nikah, adalah pasangan nikah usia 20-1n (papalia & Olds, 1995).Ada canda yang menyegarkan hati dalam pernikahan dini. Berbicara tentang canda yang renyah, mengingatkan kita akan sebuah pesan Nabi.

Suatu ketika, seorang sahabat datang, (Abdullah bin zubair) menyampaikan kabar bahwa ia baru saja menikahi janda. Mendengar itu Rosululloh SAW, bersabda "Mengapa tidak dengan gadis yang ia bisa bermain dengan mu,kamu menggigitnya dan ia menggigitmu" (HR. AN-Nasa`i)Dalam hadist ini Rosululloh SAW menunjukan bahwa menikah dengan gadis akan membuat kita bisa bermain-main dengannya, bisa melemparkan canda yang menggoda sehingga tawa kecil yang manja akan menyegarkan suasana rumah tangga. Kita bisa mubsyarah "bermesraan" saat-saat bahwa dengan cubitan cinta sehingga letih dan penat yang kita rasakan stelah pulang beraktifitas dapat hilang tanpa bekas. Sesudahnya ada semangat yang bangkit dalam diri kita.Norman Sprinthall dan W.Andrew Collins mencatat dalam bukunya "Adolecent Psychology (1995) bahwa gejolak syahwat yang semula meledak ledak akan berubah menjadi stabil ketika menikah usia dini. Boleh jadi seorang suami memiliki hasrat sex yang sangat tinggi itu stabil dan mendapatkan muaranya untuk menemukan persentuhan agung secara teratur dan halal (legitimized),jiwanya akan tenang, emosinya akan berubah menjadi lebih positif, sehingga dapat mengembangkan potensi-potensi yang ada pada dirinya secara lebih optimal. Ini berarti bahwa pernikahan dini tidak menghambat pengembangan potensi diri, termasuk prestasi akademik.

Justru sebaliknya, pernikahan dini seharusnya memacu kita untuk lebih maju.Salah terget keberhasilan muda-mudi adalah kemandirian dalam hal keduniaan maupun ilmu agama. Alangkah baiknya jika pada saat memutuskan untuk menikah sudah dipersiapkan sgala sesuatunya. Kalau kita mandiri begitu menikah sudah siap segala-galanya, itu akan lebih baik. Tapi kalau masalah pernikahan dini dalam hal ini untuk menghindari pelanggaran, tidak bisa tidak, karena khawatir membayangkan keimanan, walaupun segi keuangan harus banting tulang, ya lebih baik menikah dari pada mengorbankan keimanan. Karena berapapun sulitnya mencari maisyah itu tidak seberapa berat daripada terjadi hal-hal yang mengakibatkan fatal dan lepasnya keimanan kita. semua itu tergantung situasi. Menikah itu harus ada perubahan dalam diri kita.

1. Harus siap menunjukan tanggung jawabnya, terutama masalah agama

2. harus terbuka bisa menuangkan masalah-masalah yang dirahasiakan

3. Mengembangkan sikap kedewasaan, termasuk bisa meramut dan menasehati anak istrinya, mencukupi kebutuhannya dll.

4. Menutupi rahasia rumah tangga, saling menutupi kekurangan masing-masing

5. Hidup bermasyarakat atau dalam istilah jawa berumah tangga itu harus "mlumah" saling terbuka "mengkurep", saling memberikan tanggung jawab.

 

  Umum


Komen


"Kahwin semasa belajar" | Login/Mendaftar | 3 Komens
Threshold
Komen di sini adalah hakmilik yang menghantar. Pihak Pengurusan Portal tidak ada kena mengena.


Re: Kahwin semasa belajar
oleh huurun_in pada Khamis, 23 Mac 2006 @ 22:05:12
(Info AHLI)


assalamualaikum..tajuk ni menarik dan menjadi tumpuan saya belakangan ini..memang diakui kahwin muda banyak manfaatnya. salah satu nya untuk menjaga kesinambungan generasi akan datang..tapi ada perkara yang memusykilkan saya mengenai kahwin semasa belajar ini. dari mana sumber pendapatan keluarga yang baru dibina itu ye?perkara ini selalu membimbangkan saya, lebih-lebih lagi kalau tunang kita itu, sebaya dengan kita, yang sama-sama belajar dengan kita? kalau ada pendapat dari sahabat-sahabat, saya sangat mengalu-alukan..thank you
[ Tetamu tidak dibenarkan memberi komen. Sila mendaftar ]

Re: Kahwin semasa belajar
oleh huurun_in pada Khamis, 23 Mac 2006 @ 22:05:49
(Info AHLI)


assalamualaikum..tajuk ni menarik dan menjadi tumpuan saya belakangan ini..memang diakui kahwin muda banyak manfaatnya. salah satu nya untuk menjaga kesinambungan generasi akan datang..tapi ada perkara yang memusykilkan saya mengenai kahwin semasa belajar ini. dari mana sumber pendapatan keluarga yang baru dibina itu ye?perkara ini selalu membimbangkan saya, lebih-lebih lagi kalau tunang kita itu, sebaya dengan kita, yang sama-sama belajar dengan kita? kalau ada pendapat dari sahabat-sahabat, saya sangat mengalu-alukan..thank you
[ Tetamu tidak dibenarkan memberi komen. Sila mendaftar ]

Re: Kahwin semasa belajar
oleh Anonymous pada Khamis, 03 Ogos 2006 @ 16:51:38


assalamuailaikum
saya sudah membaca mengenai isu ni.isu ni memang bersesuaian dengan diri saya.saya baru berumur 21 dan sudah mendirikan rumahtangga dengan suami saya yang masih belajar.saya baru benikah sebulan.kami kawin pun atas dasar menyayangi.alhamdulilah hubungan kami baik.kami hanya nikah biasa saja tanpa sebarang majlis.walaupun hakikat sebenar hati saya cukup sedih.tapi saya nak tunaikan janji saya nak jaga suami saya.suami saya sakit.walaupun doktor memgesankan suami saya mengidapi leukimia tapi hati dan rasa cinta saya dan janji untuk susah senang saya tempuhi juga walaupun penat dan letih terpaksa berulang alik setiap minggu.namun tanpa kecekalan dan kesabaran saya tempuhi dengan redha.sekurang2nya saya sah menjaga suami saya.walaupun ibu bapa saya kurang mengizinkan.saya bersyukur suami saya juga memahami.
[ Tetamu tidak dibenarkan memberi komen. Sila mendaftar ]



-------------------------------------------------------------------------------
Portal Komuniti Muslimah
Hakcipta 2003 oleh Hanan Alam Faizli / Hanan Network
Made in: Bandar Sunway, Selangor
Tarikh Mula: 17hb April 2003

Dibina oleh: Team Walasri

Ditadbir oleh:





Loading: 0.043228 saat. Lajunya....