Welcome To Portal Komuniti :: Ukhwah.com

  Create An Account Home  ·  Topik  ·  Statistik  ·  Your Account  ·  Hantar Artikel  ·  Top 10 18-01-2018  

  Login
Nickname

Password

>> Mendaftar <<

  Mutiara Kata
Apa-apa yang terjadi pada kita hari ini adalah hasil tindakan kita pada masa lalu
-- Kang

  Menu Utama

  Keahlian Ukhwah.com
Terkini: EllysR
Hari Ini: 0
Semalam: 0
Jumlah Ahli: 43041

  Sedang Online
Sedang Online:
Tetamu: 27
Ahli: 0
Jumlah: 27




  Yang Masuk Ke Sini
EllysR: 20 hari yang lalu
solehin: 30 hari yang lalu


Pengetahuan Am
Topik: ganja haram atau tidak?


Carian Forum

Moderator: Admin, syemarly
Portal Komuniti :: Ukhwah.com Indeks Forum
  »» Pengetahuan Am
    »» ganja haram atau tidak?

Please Mendaftar To Post


Oleh ganja haram atau tidak?

Firdaus_Azimi
:WARGA AWAL BERJASA:
Menyertai: 16.05.2003
Ahli No: 288
Posting: 1705
Dari: menara condong

Perak   avatar


posticon Posting pada: 01-12-09 17:16


assalamualaikum..

kita semua dah tau lah ganja ni diharamkan oleh kerajaan malaysia.
sebabnya ia mengkhayalkan dan tergolong dalam dadah jenis B.
tapi ramai yang menghisap dan menagih ganja atau dam ni.tapi terkezut juga lah bila ada golongan2 agamawan ni yang layan balut2 ni.
kata mereka dam ni tak haram.sebab ianya dr sumber tumbuh2an semata-mata.
betul ke pendapat tu?
sekadar bertanya..
sebab kami ni tak reti..
jadi nak lah tanya supaya tak tersesat jalan nanti..

p/s.. mata kecik merah2.. mulut senyum banyak bercakap.. layan..

Bookmark and Share

  


  Member Information For Firdaus_AzimiProfil   Hantar PM kepada Firdaus_Azimi   Quote dan BalasQuote

nhuda
Warga 2 Bintang
Menyertai: 29.11.2009
Ahli No: 38441
Posting: 47

Terengganu   avatar


posticon Posting pada: 01-12-09 17:30


Artikel ni panjang sikit, tapi rasanya cukup untuk menjawab pertanyaan ni.

HUKUM MUKHADDIRAT (NARKOTIK)
Dr. Yusuf Qardhawi

Pertanyaan

Al-Qur'anul Karim dan Hadits Syarif menyebutkan pengharaman
khamar, tetapi tidak menyebutkan keharaman bermacam-macam
benda padat yang memabukkan, seperti ganja dan heroin. Maka
bagaimanakah hukum syara' terhadap penggunaan benda-benda
tersebut,    sementara    sebagian    kaum    muslim     tetap
mempergunakannya    dengan    alasan    bahwa    agama tidak
mengharamkannya?

Jawaban

Segala puji kepunyaan Allah, shalawat dan salam semoga
tercurahkan kepada Rasulullah. Wa ba'du:

Ganja, heroin, serta bentuk lainnya baik padat maupun cair
yang terkenal dengan sebutan mukhaddirat (narkotik) adalah
termasuk    benda-benda    yang    diharamkan syara' tanpa
diperselisihkan lagi di antara ulama.

Dalil yang menunjukkan keharamannya adalah sebagai berikut:

1. Ia termasuk kategori khamar menurut batasan yang
    dikemukakan Amirul Mukminin Umar bin Khattab .a.:

        "Khamar ialah segala sesuatu yang menutup akal."1

    Yakni yang mengacaukan, menutup, dan mengeluarkan akal
    dari tabiatnya yang dapat membedakan hantar sesuatu dan
    mampu menetapkan sesuatu. Benda-benda ini akan
    mempengaruhi akal dalam menghukumi atau menetapkan
    sesuatu, sehingga terjadi kekacauan dan ketidaktentuan,
    yang jauh dipandang dekat dan yang dekat dipandang jauh.
    Karena itu sering kali terjadi kecelakaan lalu lintas
    sebagai akibat dari pengaruh benda-benda memabukkan itu.
    
2. Barang-barang tersebut, seandainya tidak termasuk
    dalam kategori khamar atau "memabukkan," maka ia tetap
    haram dari segi "melemahkan" (menjadikan loyo). Imam Abu
    Daud meriwayatkan dari Ummu Salamah.

        "Bahwa Nabi saw. melarang segala sesuatu yang
         memabukkan dan melemahkan (menjadikan lemah)."2

    Al-mufattir ialah sesuatu yang menjadikan tubuh loyo tidak
    bertenaga.    Larangan dalam hadits ini adalah untuk
    mengharamkan, karena itulah hukum asal bagi suatu larangan,
    selain itu juga disebabkan dirangkaikannya antara yang
    memabukkan --yang sudah disepakati haramnya-- dengan mufattir.
    
3. Bahwa benda-benda tersebut seandainya tidak termasuk dalam
    kategori memabukkan dan melemahkan, maka ia termasuk dalam
    jenis khabaits (sesuatu yang buruk) dan membahayakan,
    sedangkan diantara ketetapan syara': bahwa lslam mengharamkan
    memakan sesuatu yang buruk dan membahayakan, sebagaimana
    flrman Allah dalam menyifati Rasul-Nya a.s. di dalam
    kitab-kitab Ahli Kitab:

        "... dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan
        mengharamkan bagi mereka segala yang buruk ..."(al-A'raf:
        157)

    Dan Rasulullah saw. bersabda:

        "Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh
        memberi bahaya (mudarat) kepada orang lain."3

    Segala sesuatu yang membahayakan manusia adalah haram:

        "Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah
        adalah Maha Penyayang kepadamu." (an-Nisa': 29)
        
        "... dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam
        kebinasaan ..." (al-Baqarah: 195)

Dalil lainnya mengenai persoalan itu ialah bahwa seluruh
pemerintahan (negara) memerangi narkotik dan menjatuhkan
hukuman yang sangat berat kepada yang mengusahakan dan
mengedarkannya. Sehingga pemerintahan suatu negara yang
memperbolehkan khamar dan minuman keras lainnya sekalipun,
tetap memberikan hukuman berat kepada siapa saja yang terlibat
narkotik. Bahkan sebagian negara menjatuhkan hukuman mati
kepada pedagang dan pengedarnya. Hukuman ini memang tepat dan
benar, karena pada hakikatnya para pengedar itu membunuh
bangsa-bangsa demi mengeruk kekayaan. Oleh karena itu, mereka
lebih layak mendapatkan hukuman qishash dibandingkan orangyang
membunuh seorang atau dua orang manusia.

Syekhul lslam Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah ditanya
mengenai apa yang wajib diberlakukan terhadap orang yang
mengisap ganja dan orang yang mendakwakan bahwa semua itu
jaiz, halal, dan mubah?

Beliau menjawab:

"Memakan (mengisap) ganja yang keras ini terhukum haram, ia
termasuk seburuk-buruk benda kotor yang diharamkan. Sama saja
hukumnya, sedikit atau banyak, tetapi mengisap dalam jumlah
banyak dan memabukkan adalah haram menurut kesepakatan kaum
muslim. Sedangkan orang yang menganggap bahwa ganja halal,
maka dia terhukum kafir dan diminta agar bertobat. Jika ia
bertobat maka selesailah urusannya, tetapi jika tidak mahu
bertobat maka dia harus dibunuh sebagai orang kafir murtad,
yang tidak perlu dimandikan jenazahnya, tidak perlu dishalati,
dan tidak boleh dikubur di pemakaman kaum muslim. Hukum orang
yang murtad itu lebih buruk daripada orang Yahudi dan Nasrani,
baik ia beriktikad bahwa hal itu halal bagi masyarakat umum
maupun hanya untuk orang-orang tertentu yang beranggapan bahwa
ganja merupakan santapan untuk berpikir dan berdzikir serta
dapat membangkitkan kemauan yang beku ke tempat yang
terhormat, dan untuk itulah mereka mempergunakannya."

Sebagian orang salaf pernah ada yang berprasangka bahwa khamar
itu mubah bagi orang-orang tertentu, karena menakwilkan firman
Allah Ta'ala:

    "Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan
    mengerjakan amal saleh karena memakan makanan yang telah
    mereka makan dahulu, apabila mereka bertakwa serta beriman
    dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, kemudian mereka
    tetap bertakwa dan beriman, kemudian mereka (tetap juga)
    bertakwa dan berbuat kebajikan ..." (al-Ma'idah 93)
    
Ketika kasus ini dibawa kepada Umar bin Khattab dan
dimusyawarahkan dengan beberapa orang sahabat, maka sepakatlah
Umar dengan Ali dan para sahabat lainnya bahwa apabila yang
meminum khamar masih mengakui sebagai perbuatan haram, mereka
dijatuhi hukuman dera, tetapi jika mereka terus saja
meminumnya karena menganggapnya halal, maka mereka dijatuhi
hukuman mati. Demikian pula dengan ganja, barangsiapa yang
berkeyakinan bahwa ganja haram tetapi ia mengisapnya, maka ia
dijatuhi hukuman dera dengan cemeti sebanyak delapan puluh
kali atau empat puluh kali, dan ini merupakan hukuman yang
tepat. Sebagian fuqaha memang tidak menetapkan hukuman dera,
karena mereka mengira bahwa ganja dapat menghilangkan akal
tetapi    tidak    memabukkan,    seperti    al-banj    (Ienis
tumbuh-tumbuhan yang dapat membius) dan sejenisnya yang dapat
menutup akal tetapi tidak memabukkan. Namun demikian, semua
itu adalah haram menurut kesepakatan kaum muslim. Barangsiapa
mengisapnya dan memabukkan maka ia dijatuhi hukuman dera
seperti meminum khamar, tetapi jika tidak memabukkan maka
pengisapnya dijatuhi hukuman ta'zir yang lebih ringan daripada
hukuman jald (dera). Tetapi orang yang menganggap hal itu
halal, maka dia adalah kafir dan harus dijatuhi hukuman mati.

Yang benar, ganja itu memabukkan seperti minuman keras, karena
pengisapnya    menjadi kecanduan terhadapnya dan terus
memperbanyak (mengisapnya banyak-banyak). Berbeda dengan
al-banj dan lainnya yang tidak menjadikan kecanduan dan tidak
digemari. Kaidah syariat menetapkan bahwa barang-barang haram
yang digemari nafsu seperti khamar dan zina, maka pelakunya
dikenai hukum had, sedangkan yang tidak digemari oleh nafsu,
seperti bangkai, maka pelakunya dikenai hukum ta'zir.

Ganja ini termasuk barang haram yang digemari oleh pengisapnya
dan sulit untuk ditinggalkan. Nash-nash Al-Kitab dan As-Sunnah
mengharamkan atas orang yang berusaha memperoleh sesuatu yang
haram sebagaimana terhadap barang lainnya. Dan munculnya
kebiasaan memakan atau mengisap ganja ini di kalangan
masyarakat hampir bersamaan dengan munculnya pasukan Tatar.
Karena ganja ini muncul lantas muncul pula pedang pasukan
Tatar."4

Maksudnya, kemunculan atau kedatangan serbuan pasukan Tatar
sebagai hukuman dari Allah karena telah merajalelanya
kemunkaran di kalangan umat Islam, diantaranya adalah
merajalelanya ganja terkutuk ini.

Di tempat lain beliau (Ibnu Taimiyah) berkata pula:

"Ada juga orang yang mengatakan bahwa ganja hanya mengubah
akal tetapi tidak memabukkan seperti al-banj, padahal
sebenarnya tidak demikian, bahkan ganja itu menimbulkan
kecanduan dan kelezatan serta kebingungan (karena gembira atau
susah), dan inilah yang mendorong seseorang untuk mendapatkan
dan merasakannya. Mengisap ganja sedikit akan mendorong si
pengisap untuk meraih lebih banyak lagi seperti halnya minuman
yang memabukkan, dan orang yang sudah terbiasa mengisap ganja
akan sangat sulit untuk meninggalkannya, bahkan lebih sulit
daripada meninggalkan khamar. Karena itu, bahaya ganja dari
satu segi lebih besar daripada bahaya khamar. Maka para fuqaha
bersepakat bahwa pengisap ganja wajib dijatuhi hukum had
(hukuman yang pasti bentuk dan bilangannya) sebagaimana halnya
khamar.

Adapun orang yang mengatakan bahwa masalah ganja ini tidak
terdapat ketentuan hukumnya dalam Al-Qur'an dan hadits, maka
pendapatnya ini hanyalah disebabkan kebodohannya. Sebab di
dalam Al-Qur'an dan hadits terdapat kalimat-kalimat yang
simpel yang merupakan kaidah umum dan ketentuan global, yang
mencakup segala kandungannya. Hal ini disebutkan dalam
Al-Qur'an dan al-hadits dengan istilah 'aam (umum). Sebab
tidak mungkin menyebutkan setiap hal secara khusus (kasus apa
kasus)."5

Dengan demikian, nyatalah bagi kita bahwa ganja, opium,
heroin, morfin, dan sebagainya yang termasuk makhaddirat
(narkotik) --khususnya jenis-jenis membahayakan yang sekarang
mereka istilahkan dengan racun putih-- adalah haram dan sangat
haram menurut kesepakatan kaum muslim, termasuk dosa besar
yang membinasakan, pengisapnya wajib dikenakan hukuman, dan
pengedar atau pedagangnya harus dijatuhi hukuman mati, karena
ia memperdagangkan ruh umat untuk memperkaya dirinya sendiri.
Maka orang-orang seperti inilah yang lebih utama untuk
dijatuhi hukuman seperti yang tertera dalam firman Allah:

    "Dan dalam qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup
    bagimu, hai orang-orangyang berakal, supaya kamu bertakwa."
    (al-Baqarah: 179)

Adapun hukuman ta'zir menurut para fuqaha muhaqqiq (ahli
membuat keputusan) bisa saja berupa hukuman mati, tergantung
kepada mafsadat yang ditimbulkan pelakunya.

Selain itu, orang-orang yang menggunakan kekayaan dan
jabatannya untuk membantu orang yang terlibat narkotik ini,
maka mereka termasuk golongan:

    "... orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan
    membuat kerusakan di muka bumi ..." (al-Ma'idah: 33)

Bahkan kenyataannya, kejahatan dan kerusakan mereka melebihi
perampok dan penyamun, karena itu tidak mengherankan jika
mereka dijatuhi hukuman seperti perampok dan penyamun:

    "... Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk
    mereka di dunia, dan di akhirat mereka memperoleh siksaan
    yang beraL" (al-Ma'idah: 33)

1 Muttafaq 'alaih secara mauquf sebagai perkataan Umar,
    sebagaimana disebutkan dalam al-Lu'lu' wal-Marjan (hadits
    nomor 1905), dan diriwayatkan juga oleh Abu Daud, hadits
    nomor 3669; dan Nasa'i dalam "Kitab al-Asyrabah."
    
2 Abu Daud dalam "Kitab al-Asyrabah," nomor 3686.
    
3 Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah dari Ibnu
    Abbas, dan dirinwayatkan Ibnu Majah sendiri dari Ubadah, dan
    para ulama hadits mengesahkannya karena banyak jalannya.
    
4 Majmu' Fatawa, Syekhul Islam Ibnu Taimiyah, hanya 24, hlm.
    213-214.
    
5 Ibid, hlm. 206-207.

-----------------------
Fatwa-fatwa Kontemporer
Dr. Yusuf Qardhawi


-----------------
-- koleksi nasyid


Bookmark and Share

  


  Member Information For nhudaProfil   Hantar PM kepada nhuda   Pergi ke nhuda's Website   Quote dan BalasQuote

biru-putih
Warga 3 Bintang
Menyertai: 10.07.2006
Ahli No: 25137
Posting: 135

blank  


posticon Posting pada: 01-12-09 17:32


Pada 01-12-09 17:16 , Firdaus_Azimi posting:

!!! QUOTE !!!

assalamualaikum..

kita semua dah tau lah ganja ni diharamkan oleh kerajaan malaysia.
sebabnya ia mengkhayalkan dan tergolong dalam dadah jenis B.
tapi ramai yang menghisap dan menagih ganja atau dam ni.tapi terkezut juga lah bila ada golongan2 agamawan ni yang layan balut2 ni.
kata mereka dam ni tak haram.sebab ianya dr sumber tumbuh2an semata-mata.
betul ke pendapat tu?
sekadar bertanya..
sebab kami ni tak reti..
jadi nak lah tanya supaya tak tersesat jalan nanti..

p/s.. mata kecik merah2.. mulut senyum banyak bercakap.. layan..


sendiri mahu ingatlah beb!

Bookmark and Share

  


  Member Information For biru-putihProfil   Hantar PM kepada biru-putih   Quote dan BalasQuote

Awani
Warga 4 Bintang
Menyertai: 21.10.2009
Ahli No: 37709
Posting: 256
Dari: Land Below The Wind

spain   avatar


posticon Posting pada: 03-04-10 15:01


Kalau benda tu memudaratkan ( Dadah ) sebaiknya dijauhkan..Apatah lagi bagi yang telah ketagih. Bukan saja menyusahkan diri sendiri malah bila dah ketagih sangat ada yang merompak semata-mata untuk mancari duit bagi membeli benda itu.

No Drug pls! :|
Nauzubillah.


-----------------








Bookmark and Share

  


  Member Information For AwaniProfil   Hantar PM kepada Awani   Quote dan BalasQuote

Member Messages

Forum Search & Navigation

 

Log in to check your private messages

Silakan Login atau Mendaftar





  


 

[ Carian Advance ]

Jum ke Forum 




Datacenter Solution oleh Fivio.com Backbone oleh JARING Bukan Status MSCMyPHPNuke Portal System

Disclaimer: Posting dan komen di dalam Portal Komuniti Ukhwah.com ini adalah menjadi hak milik ahli
yang menghantar. Ia tidak menggambarkan keseluruhan Portal Komuniti Ukhwah.com.
Pihak pengurusan tidak bertanggung jawab atas segala perkara berbangkit
dari sebarang posting, interaksi dan komunikasi dari Portal Komuniti Ukhwah.com.


Disclaimer: Portal Komuniti Ukhwah.com tidak menyebelahi atau mewakili mana-mana parti politik
atau sebarang pertubuhan lain. Posting berkaitan politik dan sebarang pertubuhan di dalam laman web ini adalah menjadi
hak milik individu yang menghantar posting. Ia sama-sekali tidak ada
kena-mengena, pembabitan dan gambaran sebenar pihak pengurusan Portal Komuniti Ukhwah.com

Portal Ukhwah
Hakcipta 2003 oleh Ukhwah.com
Tarikh Mula: 14 Mei 2003, 12 Rabi'ul Awal 1424H (Maulidur Rasul)
Made in: Pencala Height, Bandar Sunway dan Damansara Height
Dibina oleh Team Walasri




Loading: 0.099307 saat. Lajunya....