Welcome To Portal Komuniti :: Ukhwah.com

  Create An Account Home  ·  Topik  ·  Statistik  ·  Your Account  ·  Hantar Artikel  ·  Top 10 14-10-2019  

  Login
Nickname

Password

>> Mendaftar <<

  Mutiara Kata
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yang beriman.
-- ali-Imran: 139

  Menu Utama

  Keahlian Ukhwah.com
Terkini: mengintaisyurga
Hari Ini: 0
Semalam: 0
Jumlah Ahli: 43096

  Sedang Online
Sedang Online:
Tetamu: 86
Ahli: 0
Jumlah: 86




  Yang Masuk Ke Sini
tereturubuzu: 6 hari yang lalu
IbnuKhaldun: 17 hari yang lalu


Al-Quran dan Hadis
Topik: Al-ALBANI MENDHOIFKAN SEJUMLAH HADITS BUKHORI, MUSLIM


Carian Forum

Moderator: Administrator, ABg_IMaM, ibnu_musa
Portal Komuniti :: Ukhwah.com Indeks Forum
  »» Al-Quran dan Hadis
    »» Al-ALBANI MENDHOIFKAN SEJUMLAH HADITS BUKHORI, MUSLIM

Please Mendaftar To Post


Oleh Al-ALBANI MENDHOIFKAN SEJUMLAH HADITS BUKHORI, MUSLIM

abu_muaz
Warga 4 Bintang
Menyertai: 21.05.2004
Ahli No: 9096
Posting: 224
Dari: Riau - Indonesia

indonesia  


posticon Posting pada: 10-06-06 21:27


Al-ALBANI MENDHOIFKAN SEJUMLAH HADITS IMAM BUKHORI DAN MUSLIM
Oleh : Syeikh Muhammad Ibn Ali Hasan As-Saqqof

Al-Albani berkata dalam kitab "Sharh al-Aqeedah at-Tahaweeah, hal. 27-28" (edisi kedelapan, Maktab al-Islami) oleh Syeikh Ibn Abi Al-Izz al-Hanafi (Rahimahullah), bahwa hadis apapun yang datang dari koleksi Imam Bukhori dan Imam Muslim adalah Shohih, bukan karena ia diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim, tetapi karena pada faktanya hadis-hadis ini memang shohih.

Akan tetapi kemudian ia melakukan sesuatu yang bertentangan apa yang ia katakan sebelumnya, setelah ia mendhoifkan sejumlah besar hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan imam Muslim !? Baik, marilah sekarang kita melihat bukti-buktinya :

SELEKSI TERJEMAHAN DARI JILID II

No. 1 : (Hal. 10 no. 1)

Hadis : Nabi SAW bersabda : ''Allah SWT berfirman bahwa 'Aku akan menjadi musuh dari tiga kelompok orang : 1). Orang yang bersumpah dengan nama Allah namun ia merusaknya, 2). orang yang menjual seseorang sebagai budak dan memakan harganya, 3). Dan orang yang mempekerjakan seorang pekerja dan mendapat secara penuh kerja darinya (sang pekerja -pent) tetapi ia tidak membayar gajinya (hari. Bukhori no. 2114 -versi bahasa arab, atau lihat juga versi bahasa inggris 3430 hal. 236). Al-Albani menyatakan bahwa hadis ini dhoif dalam 'Dhoif Al-Jami' wa Ziyadatuhu', 4111 no. 4054'. Sedikitnya apakah ia tidak mengetahui bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Bukhori dari Abu Hurairah ra. !!!

No. 2 : (Hal. 10 no. 2)

Hadis : 'Berkurban itu hanya untuk sapi yang dewasa, jika ini menyulitkanmu maka dalam hal ini kurbankanlah domba jantan !! (hari. Muslim no. 1963 - versi bahasa arab, atau lihat versi bahasa inggris 34836 hal. 1086). Al-Albani menyatakan bahwa hadis ini 'Dhoif' dalam 'Dhoif Al-Jami' wa Ziyadatuhu', 664 no. 6222'. Sekalipun hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Muslim, Abu Dawud, Nasa'i dan Ibn Majah dari Jabir ra. !!!

No. 3 : (Hal. 10 no. 3)

Hadis : Diantara manusia yang terjelek dalam pandangan Allah pada hari
kiamat, adalah seorang lelaki yang mencintai istrinya dan istrinya
mencintainya juga, kemudian ia mengumumkan rahasia istrinya (hari. Muslim No. 1437 - versi bahasa arab). Al-Albani mengklaim bahwa hadis ini 'Dhoif' dalam 'Dhoif Al-Jami' wa Ziyadatuhu, 2197 no. 2005'. Sekalipun hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abi Sayid ra. !!!

No. 4 (Hal. 10, no. 4)

Hadis : "Jika seseorang bangun pada malam hari (untuk sholat malam -pent), hendaknya ia mengawali sholatnya dengan 2 raka'at yang ringan (hadist Muslim No. 768 ). Al-Albani mengatakan bahwa hadis ini 'Dhoif' dalam 'Dhoif Al-Jami' wa Ziyadatuhu I213 no. 718'. Walaupun hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah ra. !!

No. 5 : (Hal. 11 no. 5)

Hadis : 'Engkau akan dibangkitkan dengan kening ,tangan, dan kaki yang
bercahaya pada hari kiamat, dengan menyempurnakan wudhu ..' (hari. Muslim No. 246). Al-Albani mengklaim bahwa hadis ini 'Dhoif' dalam 'Dhoif Al-Jami' wa Ziyadatuhu' 2/14 no. 1425'. Sekalipun hadis ini diriwayatkan oleh oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah ra. !!

No. 6 : (Hal. 11 no. 6)

Hadis : 'Kepercayaan paling besar dalam pandangan Allah pada hari kiamat adalah seorang lelaki yang tidak mengumumkan rahasia antara dirinya danistrinya' (hari. Muslim no. 124 dan 1437). Al-Albani menyatakan bahwa hadisini 'Dhoif' dalam 'Dhoif Al-Jami' wa Ziyadatuhu, 2192 no. 1986'. Sekalipun hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ahmad, dan Abu Dawud dari Abi Sayidra. !!!

dan o. 7 : (Hal. 11 no. 7)

Hadis : 'Jika seseorang membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al-Kahfi,ia akan terlindungi dari fitnah Dajal' (hari. Muslim no. 809). Al-Albani menyatakan bahwa hadis ini 'Dhoif' dalam 'Dhoif Al-Jami' wa Ziyadatuhu, 5233 no. 5772'. Kalimat yang digunakan oleh Imam Muslim adalah 'menghafal' dan bukan 'membaca' sebagaimana klaim Al-Albani ! Sungguh sebuah kesalahan yang sangat fatal ! Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ahmad, dan Nasa'i dari Abu Darda ra. (Juga dinukil oleh Imam Nawawi dalam Riyadhus Sholihin 21021 - versi bahasa inggris) !!!

No. 8 : (Hal. 11 no. 8 )

Hadis : 'Nabi SAW mempunyai seekor kuda yang dipanggil dengan 'Al-Lahif''(hari. Bukhori, lihat Fath Al-Bari li Al-Hafidz Ibn Hajar 658 no. 2855.Tetapi Al-Albani menyatakan bahwa hadis ini 'Dhoif' dalam 'Dhoif Al-Jami' wa Ziyadatuhu, 4208 no. 4489'. Sekalipun hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari Sahl Ibn Sa'ad ra. !!!

Syeikh Al-Saqof berkata : 'Ini merupakan kemarahan dari orang yang sakit, sedikit dari (penyimpangan -pent) yang banyak dan jika bukan karena takut akan terlalu panjang dan membosankan pembaca, saya akan menyebutkan lebih banyak contoh dari Kitab-kitabnya Al-Albani ketika membacanya. Saya mencoba membayangkan apa yang akan saya temukan jika mengkaji ulang semua yang ia
tulis ?'.

KELEMAHAN AL-ALBANI DALAM MENELITI HADIS (jilid 1 hal. 20)

Syeikh Saqof berkata : 'Hal yang aneh dan mencengangkan adalah bahwa Syeikh Al-Albani banyak menyalahpahami sejumlah besar hadis para Ulama dan tidak mengindahkan mereka, diakibatkan pengetahuannya yang terbatas, baik secara langsung atau tidak langsung.

Ia memuji dirinya sendiri sebagai sumber yang
'tidak terbantahkan' dan seringkali mencoba meniru para Ulama Besar dengan menggunakan sejumlah istilah seperti 'Lam aqif ala sanadih', yang artinya 'Saya tidak dapat menemukan sanadnya', atau menggunakan istilah yang serupa!

Ia juga menuduh sejumlah penghafal hadis terbaik dengan tuduhan 'kurang teliti', meskipun ia sendiri (yaitu Al-Albani -pent) adalah contoh terbaik untuk menggambarkannya (yaitu seorang yang bermasalah tentang ketelitiannya -pent). Sekarang akan kami sebutkan beberapa contoh untuk membuktikan penjelasan kami :

No. 9 : (Hal. 20 no. 1)

Al-Albani menyatakan dalam 'Irwa Al-Gholil 6251 no. 1847' (dalam kaitannya dengan sebuah riwayat dari Ali ra.) : 'Saya tidak dapat menemukan sanadnya'.

Syeikh Saqof berkata : 'Sangat menggelikan ! Jika Al-Albani memang benar adalah salah satu dari Ulama dalam Islam, maka ia akan mengetahui bahwa hadis ini dapat ditemukan dalam kitab 'Sunan Baihaqi' 7121 : yang diriwayatkan oleh Abu Sayid Ibn Abi Amarah, yang berkata bahwa Abu al-Abbas Muhammad Ibn Yaqub, yang berkata kepada kami bahwa Ahmad Ibn Abdal Hamid berkata bahwa Abu Usama dari Sufyan dari Salma Ibn Kahil dari Muawiya Ibn Sua'id, 'Saya menemukan (hadis -pent) ini dalam kitab Ayahku dari Ali ra.'!!

No. 10 : (Hal. 21 no. 2)

Al-Albani menyatakan dalam 'Irwa Al-Gholil 3283 : hadis dari Ibn Umar ra. :'Ciuman adalah riba ('Kisses are Usury' - versi bahasa inggris). : 'Saya tidak dapat menemukan sanadnya'.

Syeikh Saqof berkata : 'Hal ini adalah kesalahan yang fatal, karena secara pasti hadis ini dinukil dalam 'Fatawa Al-Shaykh Ibn Taymiyya Al-Misriyah (3/295)' : 'Harb berkata Ubaidillah Ibn Muadz berkata kepada kami, Ayahku berkata kepadaku bahwa Sua'id dari Jiballa mendengar dari Ibn Umar ra. Berkata :'Ciuman adalah riba'. Dan seluruh perawi hadis ini adalah terpercaya menurut Ibn Taimiyah !!!

Hadis dari Ibn Mas'ud ra. : 'Al-Qur'an diturunkan dengan 7 dialek. Semua yang ada dalam versi ini mempunyai makna eksplisit dan implisit dan semua larangan sudah pula dijelaskan'. Al-Albani menyatakan dalam penelitiannya atas kitab 'Mishkat Masabih 180 no. 238, bahwa penulis dari 'Mishkat' mengomentari sejumlah hadis dengan kalimat 'Diriwayatkan dalam Sharhus Sunnah', tetapi ketika ia meneliti 'Bab Ilm wa Fadhoil Al-Qur'an' ia tidak dapat menemukannya!

Syeikh Saqof berkata : Para Ulama Besar telah berbicara ! SALAH, sebagaimana biasanya. Saya berharapuntuk meluruskan'penyimpangan' ini, hanya jika ia (yaitu Al-Albani -pent) memang serius serta tertarik untuk mencari hadis ini, maka kami persilahkan ia untuk melihat Bab yang berjudul 'Al-Khusama fi al-Qur'an' dari Sharh-us-Sunnah' (1/262), dan diriwayatkan juga oleh Ibn Hibban dalam Shahih-nya (no. 74), Abu Ya'ala dalam Musnad-nya (no.5403), At-Tahawi dalam Sharh al-Mushkil al-Athar (4/172), Bazzar (3/90 Kashf al-Asrar) dan Haitami telah menyebutkannya dalam Majmu' al-Zawaid (7/152) dan ia menisbatkannya kepada Al-Bazzar, Abu Ya'la dan Tabarani dalam Al-Autsat, yang menyatakan bahwa para perawinya adalah terpercaya' !!!.

No. 12 : (Hal. 22 no. 4)

Al-Albani menyatakan dalam 'kitab Shohih-nya' ketika mengomentari Hadis no. 149 : 'Orang beriman adalah orang yang tidak memenuhi perutnya . . Hadis ini berasal dari Aisyah ra. sebagaimana yang disebutkan oleh Al-Mundhiri (3/237) dan Al-Hakim dari Ibn Abas ra.. . Saya (Albani) tidak menemukannya dalam Mustadrak al-Hakim setelah mencarinya dalam 'bagian pemikiran' ('Thoughts' section - versi bahasa inggris).

Syeikh Saqof berkata : 'Tolong jangan mendorong masyarakat untuk jatuh dalam kebodohan dengan kekacauan yang engkau lakukan !! Jika engkau meneliti Kitab Mustadrak Al-Hakim (2/12), engkau akan menemukan hadis ini ! Hal ini membuktikan bahwa engkau tidak mampu untuk menggunakan indeks buku dan hafalan hadis !!!?.

No. 13 : (Hal. 23)

Penilaian yang lain yang juga menggelikan apa yang dilakukan oleh Albani dalam Kitab 'Shohih-nya 2/476', ketika mengklaim bahwa hadis : 'Abu bakar adalah bagian dariku, sambil memegang posisi dari telingaku', tidak ada dalam kitab 'Hilya'.

Syeikh Saqof berkata : Kami menyarankan engkau untuk kembali melihat kitab "Hilya , 4/73 !"

No. 14 : (Hal. 23 no. 5)

Al-Albani berkata dalam kitab "Shahihah, 1/638 no. 365, edisi keempat :
'Yahya ibn Malik telah diabaikan oleh enam Ulama Hadis yang Utama, karena ia tidak disebutkan dalam kitab Tahdzib, Taqrib atau Tadzhib'.

Syeikh Saqof berkata: 'Ini adalah menurut persangkaanmu ! Kenyataannya sebenarnya tidak seperti itu, karena secara pasti Ia (yaitu Al-hafidz Ibn Hajar -pent) telah menyebutkannya (yaitu Yahya ibn Malik -pent) dalam Tahdhib Al-Tahdhib li Hafidz Ibn Hajar Al-Asqalani (12/19 - Edisi Dar El-Fikr) dengan nama kuniyah Abu Ayub Al-Maraghi' !!!. Maka berhati-hatilah!!!

No. 15 : (Hal. 7)

Al-Albani mengkritik Imam Al-Muhadis Abu'l Fadl Abdullah Ibn Al-Siddiq
Al-Ghimari (Rahimahullah) ketika menyebutkan dalam kitabnya "Al-Kanz
Al-Thamin" sebuah hadis dari Abu Hurairah ra. yang berkaitan dengan perawi Abu Maimunah : 'Sebarkan salam, berilah makan faqir-miskin ...'.

Al-Albani menyatakan dalam 'Silsilah Al-Dhoifah, 3/492', setelah menisbatkan hadis kepada Imam Ahmad (2/295) dan lainnya, : 'Saya katakan bahwa sanad hadis ini 'Dhoif' (lemah), Daraqutni telah berkata bahwa 'Qatada dari Abu Maimuna dari Abu Hurairah : Tidak dikenal (Majhul), dan hadisnya ditinggalkan'. Al-Albani kemudian berkata pada paragraf yang sama : 'Sebagai catatan, sesuatu yang aneh terjadi diantara Imam Suyuti dan Al-Munawi ketika mereka meneliti hadis ini, dan saya juga telah menunjukkannya pada hadis no. 571, bahwa Al-Ghimari juga salah ketika menyebutkan hadis ini dalam 'Al-Kanz '.

Akan tetapi realitanya menunjukkan bahwa Al-Albani-lah yang sebenarnya paling sering melakukan kesalahan, ketika ia membuat kontradiksi yang besar dengan menggunakan sanad yang sama dalam "Irwa al-Ghalil, 3/238", tatkala ia berkata : 'Dinukil oleh Imam Ahmad (2/295), Al-Hakim . . . dari Qatada dari Abu Maimuna dan ia adalah perawi yang terpercaya dalam kitab 'Al-Taqrib', dan Hakim berkata : 'A Sahih Sanad', dan Al-Dhahabi setuju dengan penilaian Imam Hakim ! Semoga Allah SWT meluruskan kesalahan ini ! Lalu siapakan menurut pendapat anda yang melakukan kesalahan dan penyimpangan, apakah
Al-Muhaddis Al-Ghumari (termasuk Imam Suyuti and Munawi) ataukah Al-Albani ?

No. 16 : (Hal. 27 no. 3)

Al-Albani hendak melemahkan hadis yang membolehkan para wanita memakai perhiasan emas, dimana pada sanad hadis itu terdapat seorang perawi bernama Muhammad ibn Imara. Al-Albani mengklaim bahwa Abu Hatim berkata bahwa perawi ini adalah 'tidak begitu kuat (Laisa bi Al-Qowi)', lihat kitab "Hayat al-Albani wa-Atharu. . . jilid 1, hal. 207."

Yang sebenarnya bahwa Imam Abu Hatim Al-Razi menyatakan dalam Kitabnya 'Al-Jarh wa At-Ta'dil, 8/45': 'Perawi yang baik akan tetapi tidak begitu kuat (Laisa bi Al-Qowi)'. Oleh karena itu, perlu dicatat bahwa Al-Albani menghilangkan kalimat 'Perawi yang baik' ! .

NB - Al-Albani telah membuat sejumlah hadis yang melarang emas untuk para wanita menjadi hadis yang shohih, walaupun sebelumnya sejumlah Ulama telah menyatakan bahwa hadis-hadis ini adalah 'Dhoif' dan dihapus dengan hadis lain yang membolehkan emas bagi wanita.

DR. Yusuf al-Qardawi berkata dalam bukunya : 'Islamic Awakening between Rejection and Extremism' (judul dalam versi bahasa Inggris -pent) hal. 85: 'Pada masa kami muncullah Syeikh Nasirudin Al-Albani dengan pendapat-pendapatnya, yang ternyata banyak bertentangan dengan kesepakatan (Ijma') yang membolehkan para wanita untuk menghiasi dirinya dengan emas, dimana pendapat ini telah diterima oleh seluruh Madzhab selama 14 abad lamanya. Ia (yaitu Al-Albani -pent) tidak hanya menyakini bahwa hadis-hadis ini adalah shohih, akan tetapi hadis ini juga tidak dihapus (dinasakh ketentuan hukumnya -pent).
Sehingga, ia menyakini bahwa hadis-hadis itu melarang cincin dan anting emas bagi wanita. Sehingga kalau demikian faktanya, maka siapakah yang menetang Ijma' Umat dengan pendapat-pendapatnya yang ekstrim ?!? .

No. 17 : (Hal. 37 no. 1)

Hadis : Mahmud ibn Lubaid ra. berkata : 'Rasul SAW telah mendapat informasi tentang seorang lelaki yang telah menceraikan istrinya sebanyak tiga kali (dalam satu duduk), kemudian beliau menjadi marah dan berkata: ''Apakah ia hendak mempermainkan Kitab Allah , tatkala aku masih ada diantara kalian ? kemudian seorang lelaki berdiri dan berkata : 'Wahai Nabi Allah, apakah saya boleh membunuhnya ?'' (hari. An-Nasa'I).

Al-Albani menyatakan bahwa Hadith ini adalah 'Dhoif' dalam penelitiannya
pada "Mishkat al-Masabih, 2/981 (edisi ketiga, Beirut 1405 H; Maktab
Al-Islami)", ketika dia berkata : 'Orang ini adalah terpercaya, tetapi
sanadnya terputus karena ia tidak mendengar hadis ini dari ayahnya'.

Al-Albani kemudian melakukan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang ia lakukan sebelumnya dalam Kitab-nya yang berjudul "Ghayatul Maram Takhrij Ahadith al-Halal wal Haram, no. 261, hal. 164, edisi ketiga, Maktab al-Islami, 1405 H"; dengan mengatakan bahwa hadis yang sama adalah hadis yang 'SAHIH' !!!

No. 18 : (Hal. 37 no. 2)

Hadis : 'Jika salah seorang dari kalian tidur dibawah (sinar) matahari dan
ada bayangan menutupi dirinya, dan sebagian dirinya berada dalam bayangan itu dan bagian yang lain terkena (sinar) matahari, hendaknya ia bangun'. Al-Albani menyatakan bahwa Hadith ini 'SAHIH' dalam penelitiannya pada "Shahih Al-Jami' Al-Shaghir wa Ziyadatuh (1/266/761)", tetapi kemudian melakukan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang ia katakan sebelumnya dengan dengan mengatakan bahwa hadis yang sama sebagai hadis 'Dhoif' pada penelitiannya atas kitab "Mishkat Al-Masabih, 3/1337 no. 4725, edisi ketiga", dan ia menisbatkan hadis ini pada kitab 'Sunan Abu Dawud' !"

No. 19 : (Hal. 38 no. 3)

Hadis : 'Sholat Jum'at adalah wajib bagi setiap muslim'. Al-Albani menilai
bahwa Hadith ini adalah hadis 'Dhoif', pada penelitiannya di kitab "Mishkat
Al-Masabih, 1/434", Dan berkata : 'Perawi hadis ini adalah terpercaya tetapi (sanadnya) tidak bersambung sebagaimana diindikasikan oleh Imam Abu Dawud'. Kemudian ia menentang dirinya sendiri dalam Kitab "Irwa al-Ghalil, 3/54 no. 592", dengan menyatakan bahwa hadis ini adalah hadis yang 'SAHIH' !!! Maka berhati-hatilah, Wahai orang yang bijaksana !?!

No. 20 : (hal. 38 no. 4)

Al-Albani membuat kontradiksi yang lain. Ia menganggap Al-Muharrar ibn Abu Huraira sebagai perawi terpercaya di satu tempat dan didhoifkan ditempat yang lain. Al-Albani menyatakan dalam kitab "Irwa al-Ghalil, 4/301" bahwa 'Muharrar adalah terpercaya dengan pertolongan Allah SWT, dan Al-Hafiz (yaitu Ibn Hajar) mengomentarinya 'Dapat diterima', bahwa pernyataan ini (yaitu penilaian Al-Hafidz Ibn Hajar -pent) tidak dapat diterima, oleh karena itu sanadnya shohih'.

Kemudian ia menentang dirinya sendiri dalam kitab "Sahihah 4/156" dimana ia menjadikan sanadnya 'Dhoif', dengan berkata : ''Para perawinya seluruhnya adalah para perawi Imam Bukhori'' , kecuali Al-Muharrar yang merupakan salah satu perawi Imam An-Nasa'I dan Ibn Majah saja. Ia tidak dipercaya kecuali hanya Ibn Hibban, dan karena sebab itulah Al-Hafidz Ibn Hajar tidak mempercayainya, hanya saja ia berkata 'Dapat Diterima' ?!? Berhati-hatilah dari penyimpangan ini !!

www.myquran.org



Bookmark and Share

  


  Member Information For abu_muazProfil   Hantar PM kepada abu_muaz   Quote dan BalasQuote

masri2
WARGA SETIA
Menyertai: 21.02.2005
Ahli No: 14588
Posting: 921
Dari: Tampin

NegeriSembilan   avatar


posticon Posting pada: 10-06-06 23:47


link menjwb tuduhan2 as-saqqaf di dalam al-albani unveiled
http://www.troid.orang/articles/manhaj/innovation/asharees/bookoffalsehood.pdf

Bookmark and Share

  


  Member Information For masri2Profil   Hantar PM kepada masri2   Pergi ke masri2's Website   Quote dan BalasQuote

fathurrahman
WARGA SETIA
Menyertai: 28.03.2006
Ahli No: 23783
Posting: 580
Dari: -

jordan   avatar


posticon Posting pada: 11-06-06 00:09




tak pun boleh download daripada link ini : http://www.filelodge.com/files/room16/414424/reply%20albani%20unveiled.pdf


-----------------
"Intellectuals solve problems; geniuses prevent them.." -Einstein
[ Telah diedit oleh: fathurrahman pada 11-06-06 00:11 ]


Bookmark and Share

  


  Member Information For fathurrahmanProfil   Hantar PM kepada fathurrahman   Pergi ke fathurrahman's Website   Quote dan BalasQuote

abu_muaz
Warga 4 Bintang
Menyertai: 21.05.2004
Ahli No: 9096
Posting: 224
Dari: Riau - Indonesia

indonesia  


posticon Posting pada: 11-06-06 01:50


Ana pun tak bisa accses..
BTW terlepas dari itu semua bukanlah maksud ana untuk menjelekkan ulama apa lagi ahli hadist sekaliber Albani rahimullah..namun hanya untuk mengingatkan bahwa tak ada manusia yang sempurna. Selama ini ada persepsi para "pengikut albaniyun" ....jika hadist yang diriwayatkan melalui Albani sudah pasti shohih..ini yang salah!

Sebagai manusia tentu Albani punya kekurangan dalam mentakrij hadist..

yang kedua... selama 87 tahun usia beliau sangat sedikit keteladan yang dicontohkan..Ini berbeda dengan Hasan al Bana yang berusia 43 tahun punya banyak keteladanan...

Sekali lagi ini bukan mengadu domba ulama..Setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan...Wajar bukan?

Bookmark and Share

  


  Member Information For abu_muazProfil   Hantar PM kepada abu_muaz   Quote dan BalasQuote

Islamic_prince88
WARGA SETIA
Menyertai: 25.05.2004
Ahli No: 9164
Posting: 587

KualaLumpur   avatar


posticon Posting pada: 11-06-06 18:32


eish...apa la "kuasa" kita untuk membanding-bandingkan para ulama'

terutama tokoh-tokoh terkemuka seperti Albani dan Hasan Al-Banna.


-----------------
www.syafiquniten.blogspot.com

Soleh Wa Musleh...
[ Telah diedit oleh: Islamic_prince88 pada 11-06-06 20:44 ]


Bookmark and Share

  


  Member Information For Islamic_prince88Profil   Hantar PM kepada Islamic_prince88   Pergi ke Islamic_prince88's Website   Quote dan BalasQuote

zilzal
WARGA SETIA
Menyertai: 12.03.2006
Ahli No: 23382
Posting: 854
Dari: somewhere in jordan

Selangor   avatar


posticon Posting pada: 11-06-06 18:44


belajar dulu ilmu rijal...mantapkan ilmu dalam hadith..waima takhrijnya,ahadis ahkam...dan segala mustalahat dan ilmu yang berkaitan dengan ilmu hadith.....

Bookmark and Share

  


  Member Information For zilzalProfil   Hantar PM kepada zilzal   Quote dan BalasQuote

SaLaFiaN
:WARGA AWAL BERJASA:
Menyertai: 15.05.2003
Ahli No: 191
Posting: 719
Dari: • Tämäñ Mëläwätî, Küälä Lumpur

malaysia   avatar


posticon Posting pada: 11-06-06 20:24


Pada 11-06-06 01:50 , abu_muaz posting:

!!! QUOTE !!!

yang kedua... selama 87 tahun usia beliau sangat sedikit keteladan yang dicontohkan..Ini berbeda dengan Hasan al Bana yang berusia 43 tahun punya banyak keteladanan...


Boleh anta tolong huraikan maksud 'keteladanan' berdasarkan kenyataan anta di atas? Apa yang anta faham tentang 'keteladanan'?

P/s: Entah kita ada sebarang keteladanan atau tidak?

Allahu Ta'ala a'lam...


-----------------
Biarkanlah pena menari, lalu sejarah yang menghakimi. Bertintakan hikmah, tertamsil jiwa hamba yang bersujud di hadapan Ilahi.


Bookmark and Share

  


  Member Information For SaLaFiaNProfil   Hantar PM kepada SaLaFiaN   Pergi ke SaLaFiaN's Website   Quote dan BalasQuote

fathurrahman
WARGA SETIA
Menyertai: 28.03.2006
Ahli No: 23783
Posting: 580
Dari: -

jordan   avatar


posticon Posting pada: 11-06-06 20:54


Pada 11-06-06 01:50 , abu_muaz posting:

!!! QUOTE !!!

Ana pun tak bisa accses..


link yang ana bagi tu pun tak boleh buka ke? ana cuba ok saja

http://www.filelodge.com/files/room16/414424/reply%20albani%20unveiled.pdf


-----------------
"Intellectuals solve problems; geniuses prevent them.." -Einstein


Bookmark and Share

  


  Member Information For fathurrahmanProfil   Hantar PM kepada fathurrahman   Pergi ke fathurrahman's Website   Quote dan BalasQuote

abu_muaz
Warga 4 Bintang
Menyertai: 21.05.2004
Ahli No: 9096
Posting: 224
Dari: Riau - Indonesia

indonesia  


posticon Posting pada: 11-06-06 21:37


Pada 11-06-06 20:24 , SaLaFiaN posting:

!!! QUOTE !!!

Pada 11-06-06 01:50 , abu_muaz posting:

!!! QUOTE !!!

yang kedua... selama 87 tahun usia beliau sangat sedikit keteladan yang dicontohkan..Ini berbeda dengan Hasan al Bana yang berusia 43 tahun punya banyak keteladanan...


Boleh anta tolong huraikan maksud 'keteladanan' berdasarkan kenyataan anta di atas? Apa yang anta faham tentang 'keteladanan'?

P/s: Entah kita ada sebarang keteladanan atau tidak?

Allahu Ta'ala a'lam...


KETELADAN bisa dijelaskan "perbuatan" yang dicotohkan Al Abani dalam kehidupan sehari2 yang hingga kini bisa dijadikan cotoh oleh umat...kalau ente punya "SIRAH ALBANI" sila posting!...misalnya bagaimana Albani berinteraksi dengan masyarakat luas dan lain lain....
Sedikit bukan?

Sedikit keteladan albani bisa diterima karena beliau seorang pustakawan ( asyik baca saja! )..Albani belajar ilmu hadist dari buku bukan dari guru..

Terlepas dari itu semua..sekali lagi... bukan maksud merendahkan ulama..tapi menganggap ulama tak punya kesilapan merupakan kesalahan...
Buktinya albani ternyata melemahkan hadist bukhari, muslim yang selama lebih 1000 tahun diakui sebagai kitab shohih oleh ulama terdahulu..

Ini peringatan bagi pengikut wahabi / salafy...



Bookmark and Share

  


  Member Information For abu_muazProfil   Hantar PM kepada abu_muaz   Quote dan BalasQuote

abu_muaz
Warga 4 Bintang
Menyertai: 21.05.2004
Ahli No: 9096
Posting: 224
Dari: Riau - Indonesia

indonesia  


posticon Posting pada: 11-06-06 21:42


Pada 11-06-06 20:54 , fathurrahman posting:

!!! QUOTE !!!

Pada 11-06-06 01:50 , abu_muaz posting:

!!! QUOTE !!!

Ana pun tak bisa accses..


link yang ana bagi tu pun tak boleh buka ke? ana cuba ok saja

http://www.filelodge.com/files/room16/414424/reply%20albani%20unveiled.pdf


Dah bisa buka..link apa tu..macam lain macam saja...



Bookmark and Share

  


  Member Information For abu_muazProfil   Hantar PM kepada abu_muaz   Quote dan BalasQuote

Abu_Ruqayyah
WARGA SETIA
Menyertai: 15.03.2006
Ahli No: 23449
Posting: 590
Dari: Manchester

Selangor  


posticon Posting pada: 11-06-06 21:52


/

العلماء ورثة الأنبياء" - الحديث"

Bookmark and Share

  


  Member Information For Abu_RuqayyahProfil   Hantar PM kepada Abu_Ruqayyah   Pergi ke Abu_Ruqayyah's Website   Quote dan BalasQuote

Abu_Ruqayyah
WARGA SETIA
Menyertai: 15.03.2006
Ahli No: 23449
Posting: 590
Dari: Manchester

Selangor  


posticon Posting pada: 11-06-06 22:02


Biodata
Nama beliau adalah Abu Abdirrahman Muhammad Nasiruddin bin Nuh al-Albany. Dilahirkan pada tahun 1333 H di kota Asqodar(Skhoder) ibu kota Albania yang lampau. Beliau dibesarkan di tengah keluarga yang tak berpunya, lantaran ketekunan dan keseriusannya terhadap ilmu khususnya ilmu agama dan ahli ilmu (ulama).

Ayah al Albani yaitu Al Haj Nuh adalah lulusan lembaga pendidikan ilmu-ilmu syari'at di ibukota negara dinasti Utsmaniyah (kini Istambul), yang ketika Raja Ahmad Zagho menaiki tahta di Albania dan mengubah sistem pemerintahan menjadi pemerintah sekuler, maka Syeikh Nuh sangat kuatir tentang dirinya dan diri keluarganya. Akhirnya beliau memutuskan untuk berhijrah ke Syam (Syiria, Jordan dan Lubnan sekarang). Beliau sekeluarga menuju ke Damsyik.

Bookmark and Share

  


  Member Information For Abu_RuqayyahProfil   Hantar PM kepada Abu_Ruqayyah   Pergi ke Abu_Ruqayyah's Website   Quote dan BalasQuote

Abu_Ruqayyah
WARGA SETIA
Menyertai: 15.03.2006
Ahli No: 23449
Posting: 590
Dari: Manchester

Selangor  


posticon Posting pada: 11-06-06 22:14


Pendidikan
Setiba di Damsyik, Syeikh al-Albani kecil mulai aktif mempelajari bahasa arab. Beliau masuk sekolah yang dikelola oleh Jam'iyah al-Is'af al-Khairiyah hingga kelas terakhir tingkat Ibtida'iyah. Seterusnya beliau meneruskan pelajarannya secara langsung daripada para ulamak. Beliau mempelajari al-Qur'an dari ayahnya sampai selesai, disamping itu mempelajari pula sebagian fiqih mazhab yakni mazhab Hanafi dari ayahnya.

Syeikh al-Albani juga mempelajari kemahiran memperbaiki jam dari ayahnya sehingga benar-benar mahir, dan beliau menjadi seorang ahli yang mahsyur. kemahiran ini kemudiannya menjadi salah satu mata pencariannya.

Pada umur 20 tahun, al-Albani mulai menumpukan pengajiannya pada ilmu hadith lantaran terkesan dengan pembahasan-pembahsan yang ada dalam majalah al-Manar, sebuah majalah yang diterbitkan oleh Syeikh Muhammad Rasyid Ridha. Kegiatan pertama di bidang ini ialah menyalin sebuah kitab berjudul "al-Mughni 'an Hamli al-Asfar fi Takhrij ma fi al-Ishabah min al-Akhbar". Sebuah kitab karya al-Iraqi yang merupakan takhrij terhadap hadith-hadith yang terdapat pada Ihya' Ulumuddin karangan Imam Al-Ghazali. Kegiatan Syeikh al-Albani dalam bidang hadith ini ditentang oleh ayahnya.

Namun Syeikh al-Albani justru semakin tetap tekun di dunia hadith. Pada perkembangan berikutnya, Syeikh al-Albani tidak memiliki cukup wang untuk membeli kitab-kitab. Karenanya, beliau memanfaatkan Perpustakaan adh-Dhahiriyah di Damsyik, di samping juga meminjam buku-buku dari beberapa perpustakaan khusus. Tidak pernah rehat daripada mentelaah kitab-kitab hadith, kecuali jika waktu solat tiba.

Akhirnya ketua pejabat perpustakaan memberikan sebuah ruangan khusus di perpustakaan untuk beliau. Bahkan kemudiaan beliau diberi sewenang untuk memegang kunci perpustakaan. Dengan demikian, beliau menjadi terbiasa datang sebelum orang lain datang. Begitu pula pulangnya ketika orang lain pulang pada waktu sholat zohor, beliau pulang setelah solat isyak. Hal ini berlaku ke atasnya sehingga bertahun-tahun.
[ Telah diedit oleh: Abu_Ruqayyah pada 11-06-06 22:15 ]


Bookmark and Share

  


  Member Information For Abu_RuqayyahProfil   Hantar PM kepada Abu_Ruqayyah   Pergi ke Abu_Ruqayyah's Website   Quote dan BalasQuote

kasturi_19
Warga 2 Bintang
Menyertai: 02.10.2004
Ahli No: 11562
Posting: 60
Dari: KOE - IIUM

Selangor  


posticon Posting pada: 11-06-06 22:16


barokallahfik ya abu_muaz...

Bookmark and Share

  


  Member Information For kasturi_19Profil   Hantar PM kepada kasturi_19   Quote dan BalasQuote

Abu_Ruqayyah
WARGA SETIA
Menyertai: 15.03.2006
Ahli No: 23449
Posting: 590
Dari: Manchester

Selangor  


posticon Posting pada: 11-06-06 22:17


Pengalaman Penjara

Syeikh al-Albani pernah dipenjara dua kali. Kali pertama selama satu bulan dan kali kedua selama enam bulan. Itu tidak lain kerana kegigihnya memperjuangkan sunnah dan memurnikan ajaran Agama Islam dan memerangi sehingga orang-orang yang tidak menyukainya menyebarkan fitnah.

Bookmark and Share

  


  Member Information For Abu_RuqayyahProfil   Hantar PM kepada Abu_Ruqayyah   Pergi ke Abu_Ruqayyah's Website   Quote dan BalasQuote

Abu_Ruqayyah
WARGA SETIA
Menyertai: 15.03.2006
Ahli No: 23449
Posting: 590
Dari: Manchester

Selangor  


posticon Posting pada: 11-06-06 22:22


Jawatan yang pernah disandang

Syeikh al-Albani pernah mengajar di Universiti Islam Madinah selama tiga tahun, sejak tahun 1381-1383 Hijriah, mengajar tentang hadith dan ilmu-ilmu hadith. Setelah itu beliau pindah ke Jordan. Pada tahun 1388 Hijriah, Jabatan Pendidikan meminta Syeikh al-Albani untuk menjadi ketua bidang pengajian Islam di Fakulti Pasca Sarjana di sebuah institut perguruan tinggi di Jordan. Tetapi situasi dan kondisi saat itu tidak membolehkan beliau memenuhi permintaan itu. Pada tahun 1395 H hingga 1398 H beliau kembali ke Madinah untuk bertugas sebagai anggota Majlis Tinggi Jam'iyah Islamiyah di sana. Beliau dikurniakan penghargaan tertinggi dari kerajaan Arab Saudi berupa King Faisal Fundation pada tarikh 14 Dzulkaidah 1419 H (1999 M).

Bookmark and Share

  


  Member Information For Abu_RuqayyahProfil   Hantar PM kepada Abu_Ruqayyah   Pergi ke Abu_Ruqayyah's Website   Quote dan BalasQuote

Abu_Ruqayyah
WARGA SETIA
Menyertai: 15.03.2006
Ahli No: 23449
Posting: 590
Dari: Manchester

Selangor  


posticon Posting pada: 11-06-06 22:28


Karya-karya Beliau

Karya-karya beliau amat banyak, diantaranya ada yang sudah dicetak, ada yang masih berupa manuskrip dan ada yang hilang, kesemuanya berjumlah 218 judul. Beberapa Contoh Karya Beliau adalah :

- Adabuz-Zifaf fi As-Sunnah al-Muthahharah
- Al-Ajwibah an-Nafi'ah 'ala as'ilah masjid al-Jami'ah
- Silisilah al-Ahadits ash Shahihah (Silsilah hadits shahih)
- Silisilah al-Ahadits adh-Dha'ifah wal maudhu'ah (Silsilah hadits dhaif (lemah) dan palsu)
- At-Tawasul wa anwa'uhu
- Ahkam Al-Jana'iz wabida'uha (Hukum Jenazah dan Bid'ahnya)
Di samping itu, beliau juga memiliki kaset ceramah, baik tentang penjelasan ilmu, bantahan ilmiyah dalam Islam sehingga permasalahan-permasalahan Islam yang lainnya.

Selanjutnya Syeikh al-Albani berwasiat agar perpustakaan pribadinya, baik berupa buku-buku yang sudah dicetak, buku-buku fotocopi, manuskrip-manuskrip (yang ditulis oleh beliau sendiri ataupun orang lain) semuanya diserahkan ke perpustakaan Universiti Islam Madinah di mana beliau pernah menjadi tenaga pengajar disana.

Bookmark and Share

  


  Member Information For Abu_RuqayyahProfil   Hantar PM kepada Abu_Ruqayyah   Pergi ke Abu_Ruqayyah's Website   Quote dan BalasQuote

Abu_Ruqayyah
WARGA SETIA
Menyertai: 15.03.2006
Ahli No: 23449
Posting: 590
Dari: Manchester

Selangor  


posticon Posting pada: 11-06-06 22:30


Wafatnya

Beliau wafat pada hari Jumaat malam Sabtu haribulan 21 Jumada Thaniyah 1420 H bersamaan dengan 1 Oktober 1999 di Jordan.

rujukan: dari "http://id.wikipedia.orang/wiki/Muhammad_Nashiruddin_Al_Abany"

Bookmark and Share

  


  Member Information For Abu_RuqayyahProfil   Hantar PM kepada Abu_Ruqayyah   Pergi ke Abu_Ruqayyah's Website   Quote dan BalasQuote

abu_muaz
Warga 4 Bintang
Menyertai: 21.05.2004
Ahli No: 9096
Posting: 224
Dari: Riau - Indonesia

indonesia  


posticon Posting pada: 11-06-06 22:33


al akh..Abu_Ruqayyah..itu sejarah hidup segala garis besar al bani...detailnya bagimana??? disitu maksaud ana "kekurangan" albani..Sebagai ulama besar albani memberikan contoh pada umat..ingat albani berumur 87 tahun jauh melebihi umur imam assyafii dan imam bukhari..

dan ingat albani hidup dizama IT...tidak mungkin keteladan seorang ulama besar terlepaskan dari catatan sejarah...

[ Telah diedit oleh: abu_muaz pada 11-06-06 22:35 ]


Bookmark and Share

  


  Member Information For abu_muazProfil   Hantar PM kepada abu_muaz   Quote dan BalasQuote

fathurrahman
WARGA SETIA
Menyertai: 28.03.2006
Ahli No: 23783
Posting: 580
Dari: -

jordan   avatar


posticon Posting pada: 11-06-06 22:34


!!! QUOTE !!!

Dah bisa buka..link apa tu..macam lain macam saja...

iklan yang banyak-banyak tu sebab freehost yang ana guna. teruskan klik pada link hingga keluar PDF document, ataupun terus saja 'right click + save link' as pada link yang ana lampirkan

!!! QUOTE !!!

Albani belajar ilmu hadist dari buku bukan dari guru..

mana akhi dapat cerita ni, hati-hati jangan memfitnah ulama'


Shaykh Al-Albani's Ijazah (By Abu Hudhayfah)

Shaykh Al-Albani has Ijaza in hadith from the late Allamah Shaykh Muhammad Raghib at-Tabaagh with whom he studied hadith sciences, gaining authority to transmit from him. The Shaykh himself refers to this Ijaza in Mukhtasar al-Uluw (p.72) and in Tahdir as-Sajid (p.63). He has a further Ijaza from Shaykh Bahjatul Baitaar(through whom his isnad stretches back to Imam Ahmad). These are mentioned in the book Hayat Al-Albani (the Life of Al-Albani) by Muhammad ash-Shaibaani. This sort of Ijaza is given only to those who have excelled in hadith and can be trusted to accurately convey a hadith. A copy of the Ijaza is in the possession of his student, Ali Hassan al-Halabi. So it is not correct to say that the Shaykh is self-taught from books, without authority and without Ijaza.

Whilst we are on the subject, i think it would not be out of place here to mention a few snippets from Shaykh Al-Albani's life and career to further emphasise his great standing in the field of hadith science as well as the respect shown to him by other scholars. One cannot really do the subject justice in one or two brief emails, however, i hope the readers will find this information both encouraging and interesting:

* Shaykh Al-Albani was born in 1914 in Ashkodera, the former capital of Albania.

* His first shaykh was his father, Al-Haaj Nuh Najjatee, who himself had completed Shariah studies in Istanbul, returning to Albania as one of its Hanafi scholars. Under his father's guidance, Shaykh Al-Albani studied Qur'an, tajwid, Arabic language as well as Hanafi fiqh.

* He further studied Hanafi fiqh and Arabic language under Shaykh Sa'eed al-Burhan.

* He would attend the lectures of Imam Abdul-Fattaah and Shaykh Tawfiq al-Barzah.

* The Shaykh met the late hadith master, Ahmad Shakir, with whom he participated in knowledge based discussions on hadith and its research.

* He met the late Indian hadith scholar, Shaykh Abdul-Samad Sharf ad-Deen, who himself had referenced the hadith to the first volume of An-Nasa'ee's Sunan al-Kubra as well as Al-Mizzi's monumental Tuhfatul-Ashraf, and they continued to exchange letters on matters of knowledge. In one such letter, Shaykh Abdul-Samad expressed his belief that Shaykh Al-Albani was the greatest hadith scholar of the time.

* Shaykh Al-Albani began his formal work in the field of hadith by transcribing Al-Hafidh al-Iraqi's monumental Al-Mughni 'an Hamlil Asfar, being a study of the various hadith and narrations contained in Al-Ghazali's famous Ihya Ulum ad-Din. This work alone contains some 5000 hadith.

* The Shaykh was famous for attending the Zahiriyyah library in Damascus, and was eventually given his own set of keys due to his frequent and lengthy study there. On one such occasion, an important folio was missing from a manuscript in use by the Shaykh and this led Shaykh Al-Albani to painstakingly catalogue all the hadith manuscripts in the library in an endeavour to locate the missing folio.

Consequently, he gained in-depth knowledge of 1000s of hadith manuscripts, something that was attested to years later by Dr. Muhammad Mustafa Azami in the introduction to Studies in Early Hadith Literature where he said: 'I wish to express my gratitude to Shaikh Nasir al-Din al-Albani, who placed his extensive knowledge of rare manuscripts at my disposal.'

* Shaykh Al-Albani would sometimes mention his extreme poverty during his early life. He said he would be reduced to picking up scraps of paper from the street, often discarded wedding cards, and use them to write his hadith notes on. Often, he would purchase scrap paper in bulk from the rubbish dump and take it home to use.

* He would correspond with numerous scholars, particularly those from India and Pakistan, discussing matters related to hadith and the religion in general, including Shaykh Muhammad Zamzami from Morocco and Ubaydullah Rahman, the author of Mirqat al-Mafatih Sharh Mushkila al-Masabih.

* His skill in hadith is attested to by a host of qualified scholars, past and present, including Dr. Amin al-Misri, head of Islamic Studies at Madinah University who considered himself to be
one of the Shaykh's students; also Dr. Subhi as-Salah, former head of Hadith Sciences at the University of Damascus; Dr. Ahmad al-Asaal, head of Islamic Studies at Riyadh University; the late Pakistani hadith scholar, Allamah Badiudeen Shah as-Sindee; Shaykh Muhammad Tayyib Awkeej, former head of Tafsir and Hadith at the University of Ankarah in Turkey; not to mention the likes of Shaykh Ibn Baz, Ibn al-Uthaymeen, Muqbil ibn Hadee and many others in later times.

* After a number of his works appeared in print, the Shaykh was chosen to teach hadith at the new Islamic University of Madinah for three years from 1381 to 1383H where he was also a member of University board. After this he returned to his former studies and work in the Zahiriyyah library. His love for Madinah University is evidenced by the fact that he bequeathed his entire personal library to the University.

* He would hold study circles twice a week whilst in Damascus which were attended by numerous students and university lecturers. In this way, the Shaykh completed instruction in the following classical and modern works:

- Fathul-Majid of Abdur-Rahman ibn Husain ibn Muhamamd ibn Abdul-Wahhab
- Rawdah an-Nadiyah of Siddiq Hasan Khan
- Minhaj al-Islamiyyah of Muhammad Asad
- Usul al-Fiqh of Al-Khallal
- Mustalah at-Tarikh of Asad Rustum
- Al-Halal wa al-Haram fil-Islam of Yusuf al-Qardawi
- Fiqh as-Sunnah of Sayyid Sabiq
- Ba'tahu al-Hathith of Ahmad Shakir
- At-Targhib wa at-Tarhib of Al-Hafidh al-Mundhiri
- Riyadh as-Saliheen on Imam an-Nawawi
- Al-Imam fi Ahadith al-Ahqam of Ibn Daqeeq al-'Eid

* After carrying out an analysis of the hadith in Ibn Khuzaymah's Sahih, the Indian hadith scholar, Muhamamd Mustafa Azami (head of Hadith Science in Makkah), chose Shaykh Al-Albani to verify and re-check his analysis and the work is currently published in 4 volumes containing both their comments. This is an indication of the level of trust placed in Shaykh Al-Albani's hadith ability by other scholars.

* In their edition of the well known hadith compilation, Mishkat al-Masabih, the Maktaba al-Islamee publishing house requested Shaykh Al-Albani to edit the work before publication.The publisher wrote in the introduction: 'We requested that the great hadith scholar, Shaykh Muhammad Nasir ad-Deen al-Albani, should help us in the checking of Mishkat and take responsibility for adding footnotes for any ahadith needing them, and researching and reproducing their sources and authenticity where needed, and correcting any deficiences...'

* The Shaykhs printed works, mainly in the field of hadith and its sciences, number some 112 books. I (pent: the writer) personally have 17 of these books and these alone run into 45 volumes! He left behind him in manuscript form at least a further 70 works.

* It is recorded on one occasion (and this incident is available on two tape cassettes - his students were in the habit of recording his teaching sessions), that a man visited Shaykh Al-Albani in his home in Jordan claiming to be a prophet! How would we have reacted when faced with such a situation? Shaykh Al-Albani sat the man down and discussed his claims at length (as I (pent: the writer) said, covering two tape cassettes) and in the end the visitor made tawba from his claim and all present, including the Shaykh, were overcome with tears. In fact, how often is Shaykh Al-Albani heard on tape bursting into tears when speaking about Allah, His Messenger and the affairs of the Muslims?

* On another occasion (and I (pent: the writer) was told this by a Shaykh who was present in the gathering) he was visited by three men all claiming that Shaykh Al-Albani was a kafir. When it came time to pray they refused to pray behind him, saying it is not possible for a kafir to lead the prayer. The Shaykh accepted this, saying that in his eyes the three of them were Muslims so one of them should lead the prayer. Afterwards, they discussed their differences at length and when it came time for the following prayer, all three men insisted on praying behind Shaykh Al-Albani!

* During the course of his life the Shaykh has researched and commented on over 30,000 individual chains of transmission (isnad) for countless hadith, having spent 60 years in the study of the books of the Sunnah and being in the company of, and in contact with, its scholars.

wallahu a'lam bisshawab


-----------------
"Intellectuals solve problems; geniuses prevent them.." -Einstein


Bookmark and Share

  


  Member Information For fathurrahmanProfil   Hantar PM kepada fathurrahman   Pergi ke fathurrahman's Website   Quote dan BalasQuote

Martyr
:WARGA AWAL BERJASA:
Menyertai: 31.10.2003
Ahli No: 4810
Posting: 1097
Dari: Hujung Sana

yemen  


posticon Posting pada: 11-06-06 22:36


kopi kopi....

Bookmark and Share

  


  Member Information For MartyrProfil   Hantar PM kepada Martyr   Pergi ke Martyr's Website   Quote dan BalasQuote

abu_muaz
Warga 4 Bintang
Menyertai: 21.05.2004
Ahli No: 9096
Posting: 224
Dari: Riau - Indonesia

indonesia  


posticon Posting pada: 11-06-06 22:45


!!! QUOTE !!!

mana akhi dapat cerita ni, hati-hati jangan memfitnah ulama

Tidak bisa dinafikan kehidupan albani sebagai pustakawan lebih lama dari menuntut ilmu lewat guru..Coba ente bandingkan dengan kehidupan imam bukhari..dalam mencari hadist...

Sekali lagi ana katakan..bukan merendahkan ulama tapi mengaggap ulama tiada kurang adalah salah...selama ini pengalaman ana bergaul dengan orang wahabi/salafy sering berkata hadist ini dishahihkan oleh albani...so imam bukhari ditaruk dimana???

BTW apa ente punya "SIRAH ALBANI" ? Kalau punya berapa banyak cerita mengenai Albani?

[ Telah diedit oleh: abu_muaz pada 11-06-06 22:48 ]


Bookmark and Share

  


  Member Information For abu_muazProfil   Hantar PM kepada abu_muaz   Quote dan BalasQuote

fathurrahman
WARGA SETIA
Menyertai: 28.03.2006
Ahli No: 23783
Posting: 580
Dari: -

jordan   avatar


posticon Posting pada: 12-06-06 00:04


apa yang enta cuba nak sampaikan dan apa tujuan enta membuka topik ni? takkan sebab marah pada 2-3 orang salafi enta nak pertikaikan Syeikh al-Albani rh? ada dendam peribadikah?

baik Syeikh al-Albani, Imam al-Banna, al-Bukhari (rhm) dll, semuanya tokoh2 unggul dalam sejarah Islam

membandingkan Syeikh al-Albani dengan Imam al-Banna ibarat membandingkan seorang engineer dengan seorang doktor, kedua2 mereka mempunyai kepakaran dalam bidang yang berbeza, tapi pada masa yang sama tetap memberikan sumbangan yang besar pada dunia khususnya dunia Islam

adalah tak adil enta membanding2kan usia al-Albani dengan tokoh2 lain dan membanding2kan sumbangan mereka (di mana enta belajar perbandingan seumpama ini?) usia yang panjang itu anugerah Allah, bukan salah al-Albani pun kalau usianya lebih panjang jika dibandingkan dengan tokoh2 lain. kurangnya orang yang merekodkan riwayat hidup beliau tak mencacatkan sebarang kredibiliti dan ketokohan beliau, juga tak bererti beliau kurang menyumbang seperti tokoh2 lain yang enta sebutkan. adakah menjadi satu kesalahan jika beliau menghabiskan banyak masa di perpustakaan untuk mengkaji hadith?

sekurang2nya Syeikh al-Albani punyai sumbangan yang amat besar dalam dunia hadith, ramai ulama' dan umat Islam yang telah mendapat faedah daripada ilmu beliau. enta yang mempertikaikan ini ya abu_muaz, apa sumbangan enta pada dunia Islam?


-----------------
"Intellectuals solve problems; geniuses prevent them.." -Einstein
[ Telah diedit oleh: fathurrahman pada 12-06-06 00:07 ]


Bookmark and Share

  


  Member Information For fathurrahmanProfil   Hantar PM kepada fathurrahman   Pergi ke fathurrahman's Website   Quote dan BalasQuote

abu_muaz
Warga 4 Bintang
Menyertai: 21.05.2004
Ahli No: 9096
Posting: 224
Dari: Riau - Indonesia

indonesia  


posticon Posting pada: 12-06-06 00:18


@fathurrahman. ana tahu lah semua itu..tapi...ente sendiri bisa lihat ..jika ada orang nak cari "kelemahan" albani banyak yang koment...itulah ciri mazhab albniyyun...macamlah albani tak punya kurang....he2X

bahkan jika pendapat albani bertentangan dengan al bukhari pun..banyak orang tak percaya...

dah terjangkit penyakit taklik..

Bookmark and Share

  


  Member Information For abu_muazProfil   Hantar PM kepada abu_muaz   Quote dan BalasQuote

fathurrahman
WARGA SETIA
Menyertai: 28.03.2006
Ahli No: 23783
Posting: 580
Dari: -

jordan   avatar


posticon Posting pada: 12-06-06 00:24


Pada 12-06-06 00:18 , abu_muaz posting:

!!! QUOTE !!!

@fathurrahman. ana tahu lah semua itu..tapi...ente sendiri bisa lihat ..jika ada orang nak cari "kelemahan" albani banyak yang koment...itulah ciri mazhab albniyyun...macamlah albani tak punya kurang....he2X

bahkan jika pendapat albani bertentangan dengan al bukhari pun..banyak orang tak percaya...

dah terjangkit penyakit taklik..


Syeikh al-Albani juga manusia macam manusia lain, punya kelemahan dan tidak ma'shum

jangan taqlid pada al-Albani. mana-mana pendapat beliau yang benar kita ambil, yang tidak sesuai kita tolak. rujukan utama pada AQ & as-Sunnah

tapi perlu juga beradab pada ulama', bukan radd sembarangan :-)


-----------------
"Intellectuals solve problems; geniuses prevent them.." -Einstein


Bookmark and Share

  


  Member Information For fathurrahmanProfil   Hantar PM kepada fathurrahman   Pergi ke fathurrahman's Website   Quote dan BalasQuote

abu_muaz
Warga 4 Bintang
Menyertai: 21.05.2004
Ahli No: 9096
Posting: 224
Dari: Riau - Indonesia

indonesia  


posticon Posting pada: 12-06-06 01:45


!!! QUOTE !!!

Syeikh al-Albani juga manusia macam manusia lain, punya kelemahan dan tidak ma'shum

jangan taqlid pada al-Albani. mana-mana pendapat beliau yang benar kita ambil, yang tidak sesuai kita tolak. rujukan utama pada AQ & as-Sunnah

tapi perlu juga beradab pada ulama', bukan radd sembarangan

@fathurrahman..setuju!
Ana bukan nak "serang" Albani rahimullah...cuma nak ingatkan pengikut mazhab albaniyyun...

[ Telah diedit oleh: abu_muaz pada 12-06-06 01:46 ]


Bookmark and Share

  


  Member Information For abu_muazProfil   Hantar PM kepada abu_muaz   Quote dan BalasQuote

Abu_Ruqayyah
WARGA SETIA
Menyertai: 15.03.2006
Ahli No: 23449
Posting: 590
Dari: Manchester

Selangor  


posticon Posting pada: 12-06-06 03:50


Pada 11-06-06 22:45 , abu_muaz posting:

!!! QUOTE !!!

Tidak bisa dinafikan kehidupan albani sebagai pustakawan lebih lama dari menuntut ilmu lewat guru..Coba ente bandingkan dengan kehidupan imam bukhari..dalam mencari hadist...

Sekali lagi ana katakan..bukan merendahkan ulama tapi mengaggap ulama tiada kurang adalah salah...selama ini pengalaman ana bergaul dengan orang wahabi/salafy sering berkata hadist ini dishahihkan oleh albani...so imam bukhari ditaruk dimana???

BTW apa ente punya "SIRAH ALBANI" ? Kalau punya berapa banyak cerita mengenai Albani?


Zaman bukhari dan Albani adakah sama wahai abu muaz? zaman Bukhari adalah zaman pen'tadwin'an atau pembukuan hadith2, Bukhari mendapat hadith secara riwayah, di zaman itu bukan ada perpustakaan seperti sekarang, di zaman Bukhari juga banyak lagi hadith2 belum di'takhrij'kan dengan sempurna dan dikumpulkan. Jadi beliau perlu berjumpa dan berguru seorang demi seorang perawi2 hadith yang hidup di zamannya.

Zaman albani zaman moden, beliau juga sempat merasa zaman IT dan teknologi, adakah perlu dan relevan albani meriwayatkan hadith secara riwayah? sedangkan hadith2 sudah lengkap di'tadwin'kan dan dibukukan dengan lengkap, samakah cara pengambilan hadith antara ulamak hadith klasik dan kotemparari?bukankah hadith juga boleh diriwayatkan secara dirayah iaitu melalui kitab-kitab hadith?

Jikalau bukhari hidup di zaman ini, pasti bukhari akan mencari hadith di dalam kitab-kitab hadith yang dimuatkan dan disusun perpustakaan2, tanpa perlu bermusafir jauh beribu batu dan merata-rata tempat untuk mengutip hadith, beliau juga tidak perlu men’takhrij’kan hadith bersandarkan siasatan melalui para ulamak secara ‘musyafahah’ siapakah perawi2 ini ‘udul atau tidak? Jika bukhari hidup lagi, pasti dia hanya merujuk kitab2 muktabar yang menceritakan tentang rijal-rijal hadith yang hanya boleh didapati di perpustakaan2 untuk mengetahui kedudukan ‘jarh wa ta’dil’ setiap perawi.

Bookmark and Share

  


  Member Information For Abu_RuqayyahProfil   Hantar PM kepada Abu_Ruqayyah   Pergi ke Abu_Ruqayyah's Website   Quote dan BalasQuote

abu_muaz
Warga 4 Bintang
Menyertai: 21.05.2004
Ahli No: 9096
Posting: 224
Dari: Riau - Indonesia

indonesia  


posticon Posting pada: 12-06-06 05:59


@Abu_Ruqayyah...oleh dasar yang ente sebut itulah maka hadist albani -secara sadar atau tidak oleh beliau rahimullah-sampai mendoifkan hadist bukhari,muslim. Akibat terlalu banyak belajar lewat buku! Ingat hadist adalah isnad...
Beliau sendiri mengatakan bahwa hadist bukhari,muslim sudah shohih..namun pada kenyataannya beliau sendiri mendhoifkannya...

Mendhoifkan hadist yang sudah shohih bisa berakibat fatal..antum sendiri bisa lihat diportal ini bukan?..saling tuduh bahwa amalan sifulan sifulan bersandarkan hadistnya dhoif...

bagaimana jika sampai hadist albani sempat beradu dengan hadist bukhari...nauzbillah...

kalau dah ada bukhari muslim...Kenapa harus bersandarkan shohih albani????
Lagi pula rasul dah lama wafat...kalau buat masa ini kita cari hadist niscaya jumlah hadist yang didapat tidak mungkin lagi bertambah...

Sekedar tambahan....Ayah beliau sendiri pernah menasehatkan beliau agar tidak mendalami ilmu hadist....

Bookmark and Share

  


  Member Information For abu_muazProfil   Hantar PM kepada abu_muaz   Quote dan BalasQuote

ABg_IMaM

Menyertai: 10.09.2003
Ahli No: 3444
Posting: 2187
Dari: Seremban

NegeriSembilan  


posticon Posting pada: 12-06-06 10:30


Abu_muaz teruskan hujah enta melawan golongan albaniyyun/salafiyyun/wahabiyyun.

HIDUP HIDUP HIDUP AHLI SUNNAH WAL JAMAAH!!!
HANCUR HANCUR HANCUR WAHABI!!!

Bookmark and Share

  


  Member Information For ABg_IMaMProfil   Hantar PM kepada ABg_IMaM   Quote dan BalasQuote

Abu_Ruqayyah
WARGA SETIA
Menyertai: 15.03.2006
Ahli No: 23449
Posting: 590
Dari: Manchester

Selangor  


posticon Posting pada: 12-06-06 14:28


Bagaimana kedudukan al-Daraqutni mengenai pendiriannya pernah mengkritik sejumlah hadith di dalam sahih al-bukhari yang mana bukhari merupakan ahli hadith sebelum beliau lagi?, jadi di sini para ulamak tidak pernah mencela Daraqutni di atas pendiriannya serta menganggap ini adalah ijtihad beliau di dalam ilmu hadith, bahkan tindakan yang rasional yang dibuat oleh Ibnu Hajar al-Asqallani iaitu menjawab kritikan Daraqutni secara perbahasan ilmiyyah tanpa mempertikaikan beliau sebagai ilmuan yang pakar di dalam ilmu hadith.

Saya secara peribadi, apabila diminta untuk memilih diantara sepotong hadith yang disahih oleh Bukhari dan satu lagi yang disahihkan Albani, secara jelas saya akan memilih pengsahihan Bukhari, kerana saya lebih yakin ‘turuq al-takhrij’ Bukhari lebih daripada Albani, disamping itu menghormati beliau sebagai ahli hadith tanpa menuduh dengan tuduhan yang tidak berasas seperti, seperti menuduh beliau ‘ulamak hadith perpustakaan’ dan sebagainya. Begitu juga saya lebih selesa dengan aliran fiqh al-Syafi’ie daripada mengamalkan mazhab Hanafi, Maliki dan Hanbali.

Albani manusia biasa tidak maksum daripada kesilapan, dosa dan menurut hawa nafsu, beliau berhak untuk dikritik dan diperbetulkan, jika benar ada kesilapan darinya sesiapa sahaja perlu akur tidak perlu ta’asub. Perlu diingat juga Bukhari bukan dari golongan para nabi dan rasul, secara logiknya beliau juga berhak dikritik dan diperbetulkan secara ilmiah, sepertimana yang dapat dilihat betapa ramai ulamak yang muncul selepas para imam mazhab empat, mengkritik dan memperbetulkan pendapat2 keempat-empat imam mazhab tersebut. Kenapa ini terjadi? Kerana ulamak2 yang muncul selepas mereka mampu untuk berbuat demikian kerana kemantapan ilmu yang disandang oleh mereka.

Juga sekadar tambahan, benar! Bapa Albani tidak bersetuju beliau mendalami ilmu hadith, bukan kerana Albani tidak layak untuk ilmu itu, akan tetapi kerana beliau tidak gemar golongan ini, mungkin bapa beliau adalah golongan yang lebih cenderung kepada ahlu al-ra’yi(yang terkenal dikalangan ulamak mazhab hanafi) berbanding dengan ahli hadith.

Bookmark and Share

  


  Member Information For Abu_RuqayyahProfil   Hantar PM kepada Abu_Ruqayyah   Pergi ke Abu_Ruqayyah's Website   Quote dan BalasQuote

kasturi_19
Warga 2 Bintang
Menyertai: 02.10.2004
Ahli No: 11562
Posting: 60
Dari: KOE - IIUM

Selangor  


posticon Posting pada: 13-06-06 16:23


Pada 12-06-06 10:30 , ABg_IMaM posting:

!!! QUOTE !!!

Abu_muaz teruskan hujah enta melawan golongan albaniyyun/salafiyyun/wahabiyyun.

HIDUP HIDUP HIDUP AHLI SUNNAH WAL JAMAAH!!!
HANCUR HANCUR HANCUR WAHABI!!!



Allahu Akbar!

Bookmark and Share

  


  Member Information For kasturi_19Profil   Hantar PM kepada kasturi_19   Quote dan BalasQuote

abu_muaz
Warga 4 Bintang
Menyertai: 21.05.2004
Ahli No: 9096
Posting: 224
Dari: Riau - Indonesia

indonesia  


posticon Posting pada: 23-06-06 20:53


Pada 12-06-06 14:28 , Abu_Ruqayyah posting:

!!! QUOTE !!!

Bagaimana kedudukan al-Daraqutni mengenai pendiriannya pernah mengkritik sejumlah hadith di dalam sahih al-bukhari yang mana bukhari merupakan ahli hadith sebelum beliau lagi?, jadi di sini para ulamak tidak pernah mencela Daraqutni di atas pendiriannya serta menganggap ini adalah ijtihad beliau di dalam ilmu hadith, bahkan tindakan yang rasional yang dibuat oleh Ibnu Hajar al-Asqallani iaitu menjawab kritikan Daraqutni secara perbahasan ilmiyyah tanpa mempertikaikan beliau sebagai ilmuan yang pakar di dalam ilmu hadith.

Saya secara peribadi, apabila diminta untuk memilih diantara sepotong hadith yang disahih oleh Bukhari dan satu lagi yang disahihkan Albani, secara jelas saya akan memilih pengsahihan Bukhari, kerana saya lebih yakin ‘turuq al-takhrij’ Bukhari lebih daripada Albani, disamping itu menghormati beliau sebagai ahli hadith tanpa menuduh dengan tuduhan yang tidak berasas seperti, seperti menuduh beliau ‘ulamak hadith perpustakaan’ dan sebagainya. Begitu juga saya lebih selesa dengan aliran fiqh al-Syafi’ie daripada mengamalkan mazhab Hanafi, Maliki dan Hanbali.

Albani manusia biasa tidak maksum daripada kesilapan, dosa dan menurut hawa nafsu, beliau berhak untuk dikritik dan diperbetulkan, jika benar ada kesilapan darinya sesiapa sahaja perlu akur tidak perlu ta’asub. Perlu diingat juga Bukhari bukan dari golongan para nabi dan rasul, secara logiknya beliau juga berhak dikritik dan diperbetulkan secara ilmiah, sepertimana yang dapat dilihat betapa ramai ulamak yang muncul selepas para imam mazhab empat, mengkritik dan memperbetulkan pendapat2 keempat-empat imam mazhab tersebut. Kenapa ini terjadi? Kerana ulamak2 yang muncul selepas mereka mampu untuk berbuat demikian kerana kemantapan ilmu yang disandang oleh mereka.

Juga sekadar tambahan, benar! Bapa Albani tidak bersetuju beliau mendalami ilmu hadith, bukan kerana Albani tidak layak untuk ilmu itu, akan tetapi kerana beliau tidak gemar golongan ini, mungkin bapa beliau adalah golongan yang lebih cenderung kepada ahlu al-ra’yi(yang terkenal dikalangan ulamak mazhab hanafi) berbanding dengan ahli hadith.

ana tak mencela albani pun...tapi budak-budak salafy/wahabi taklik sangat dengan albani apa pasal? macam nabi saja tak punya cacat cela...
kalau budak salafy/wahabi tu pakai cara fikir ente..amanlah dakwah islam ini...soalnya budak-budak tu yang paling suka cela dakwah orang..dengan isu-isu bid'ah dll...
semoga banyak manusia seperti ente ini... :-)



Bookmark and Share

  


  Member Information For abu_muazProfil   Hantar PM kepada abu_muaz   Quote dan BalasQuote

abuyahya
Warga 2 Bintang
Menyertai: 09.07.2006
Ahli No: 25126
Posting: 57

blank   avatar


posticon Posting pada: 19-07-06 14:07


Pada 23-06-06 20:53 , abu_muaz posting:

!!! QUOTE !!!

Pada 12-06-06 14:28 , Abu_Ruqayyah posting:

!!! QUOTE !!!



Albani manusia biasa tidak maksum daripada kesilapan, dosa dan menurut hawa nafsu, beliau berhak untuk dikritik dan diperbetulkan, jika benar ada kesilapan darinya sesiapa sahaja perlu akur tidak perlu ta’asub. Perlu diingat juga Bukhari bukan dari golongan para nabi dan rasul, secara logiknya beliau juga berhak dikritik dan diperbetulkan secara ilmiah, sepertimana yang dapat dilihat betapa ramai ulamak yang muncul selepas para imam mazhab empat, mengkritik dan memperbetulkan pendapat2 keempat-empat imam mazhab tersebut. Kenapa ini terjadi? Kerana ulamak2 yang muncul selepas mereka mampu untuk berbuat demikian kerana kemantapan ilmu yang disandang oleh mereka.





Benar sekali tuan!!
Kalau alabny dibandingkan dengan muhaditsin yang sebenarnya seperti Daruquthni,Imam Hakim, Bukhari dan Muslim ....Mana mungkinlah, beliau beliau saat mentarjih sebuah hadits bisa 2 lembar syarahnya, dan beliau pun melakukan perjalanan kepada ahli ahli pemangku hadits, tabi,tabi'in..sedangkan albany hanya membaca kitab kitab saja.....sungguh jauh lah kalau dia (albany) disebut sebagai muhadits atau setingkat dng muhaditsin yang sebenarnya

Imam Bukhori hafid 1.000.000 hadits....tetapi lihatlah dalam shahihnya berapa yang beliau tulis hanya berakhir dng No 7124...kemanakah yang lainnya?? Sungguh albany tidak layak jika dibandingkan muhadits yang sesungguhnya!!

wassalamu'alaikum wr,wb


Bookmark and Share

  


  Member Information For abuyahyaProfil   Hantar PM kepada abuyahya   Quote dan BalasQuote

ummimq

Menyertai: 17.09.2003
Ahli No: 3613
Posting: 3616
Dari: Johor

Johor   avatar


posticon Posting pada: 19-07-06 14:17


Untungnya Sheikh Muhammad Abd Wahab kerana selain dari terima bonus atas usaha baiknya, juga setiap hari terima bonus dari orang yang mencacinya. Setiap makian dan tuduhan tak berasas hanya akan memiskinkan si pencaci tetapi akan mengayakan orang yang di dalam kubur!

http://www.al-ahkam.net/home/modules.php?op=modload&name=News&file=article&sid=14867&mode=thread&order=0&thold=0

Bookmark and Share

  


  Member Information For ummimqProfil   Hantar PM kepada ummimq   Pergi ke ummimq's Website   Quote dan BalasQuote

ummimq

Menyertai: 17.09.2003
Ahli No: 3613
Posting: 3616
Dari: Johor

Johor   avatar


posticon Posting pada: 19-07-06 14:34


========= renungilah karangan ustaz adlan abdul aziz di bawah... @alitantawi

Sejak saya mula mengenali hadith (SPM ada subjek Al Quran Sunnah) sampailah ke peringkat belajar hadith di universiti secara formal atau tidak, saya sering tertanya, siapakah yang benar-benar layak digelar ahli hadith/pakar hadith/muhaddith? Orang yang banyak hafal hadith? Orang yang hafal matan mustolah hadith (kaedah-kaedah kajian hadith)? Orang yang banyak beli buku hadith? Orang yang banyak tulis buku hadith? Orang yang boleh check setiap hadith sahih atau tidak? Orang yang banyak beramal dengan hadith? Orang yang mampu membaca kitab-kitab hadith dalam Bahasa Arab? Orang yang hafal nama buku-buku hadith? Dan sebagainya…
            Bila melihat ulama-ulama silam, boleh dikatakan semuanya pakar hadith. Tapi siapa lebih hebat? Al Bukhari? Ibn Hajar?
            Bila melihat ulama-ulama moden, siapa pula yang boleh digelar pakar? Al Albani? Abu Ghuddah? Al Ghumari?
            Ciri-ciri yang saya persoalkan di atas sebenarnya bercampur-aduk dan kadangkala memeningkan kepala. Persoalan yang saya utarakan di awal tulisan ini adalah di antara ukuran atau neraca timbangan yang digunakan oleh sebahagian kita untuk menilai sama ada seseorang itu pakar dalam bidang hadith atau alim dalam hadith.
            Perlu kita sedari….bahawasanya ulama-ulama hadith terdahulu amat mendalam pengetahuan mereka tentang hadith terutama ulama-ulama yang kita kenali mereka sebagai pakar dalam bidang hadith seperti para periwayat hadith daripada golongan tabi’in dan selepas mereka sehinggalah kepada imam-imam pengumpul hadith terkemuka: al Bukhari, Muslim dan murid-murid mereka seterusnya pewaris mereka hingga ke zaman ini. Tetapi…tetapi….mereka juga tidak terlepas daripada melakukan beberapa kesilapan dalam bidang ini. Mereka juga tidak tahu semua perkara dalam bidang mereka sendiri. Mereka ibarat batu-bata yang saling melengkapi untuk satu binaan berdiri kukuh. Masing-masing menjalankan tugas sekadar termampu dan diteruskan pula oleh ulama-ulama yang muncul selepas mereka. Inilah hakikatnya. Inilah satu fakta yang perlu kita sedari sebelum kita membuat penilaian tentang siapa muhaddith paling ulung atau siapa pakar hadith sama ada di zaman silam atau pada zaman ini.
            Kita lihat para ulama yang terlibat dalam bidang hadith terlalu ramai di zaman silam. Mereka yang digelar al Hafiz atau al Muhaddith juga ramai. Gelaran sebegini bukanlah bermaksud mereka tidak boleh lagi ditandingi oleh ulama lain. Ia juga bukanlah bermaksud mereka telah mencapai kemuncak dan segala kata-kata mereka atau ijtihad mereka adalah benar 100%. Bagi saya, siapa pun anda, kalau anda mempunyai hujah atau dalil, anda boleh mengkritik mereka (bukan menghina) dan boleh membincangkan semula pendapat atau ijtihad mereka…asalkan anda mempunyai hujah yang kukuh. Kerana mereka juga manusia, mereka bukan malaikat atau nabi yang maksum.
            Sekiranya kita menggelar seseorang alim atau sebahagian ulama sebagai pakar hadith pun tidak mengapa bagi saya. Cuma kita perlu menyedari tentang maksud sebenar kata-kata kita. Janganlah gelaran itu mengkaburkan pandangan kita sehingga kita jadi taksub dan taat sepenuhnya kepada setiap gerak-geri dan ucapan ulama yang kita gelar sebagai muhaddith atau pakar hadith.
            Sehebat Ibn al Jauzi yang mengarang buku al Maudhu’at (himpunan hadith-hadith palsu berserta sebab ia dinilai palsu) pun masih tersilap menggunakan hadith-hadith yang tidak sahih dalam buku-bukunya yang lain. Sehebat Ibn Hajar juga tersilap dalam bukunya Taqrib al Tahdzib (penilaian kedudukan periwayat). Sehebat al Suyuthi pun masih ada banyak kesilapannya dalam buku al Jami’ al Shoghir. Biasalah, manusia itu lemah!
            Ada orang yang kagum dengan kehebatan sebahagian ustaz menghafal matan/lafaz hadith di dalam Bahasa Arab lantas menggelarkannya sebagai muhaddith ulung yang tiada tandingan. Setakat menghafal hadith belum cukup untuk kita mengangkatnya kepada kedudukan yang terlalu tinggi. Mungkin dia menghafal tapi kurang arif tentang fiqh hadith? Mungkin dia tak dapat membezakan di antara hadith sahih, dhaif atau palsu?
            Tengok pula pada ustaz yang lain, dia memang hebat. Semua hadith kalau ditanyakan kepadanya dia akan berjaya menceritakan di mana hadith itu berada (takhrij). Tapi rupanya dia tak tahu macam mana caranya untuk menapis hadith-hadith yang dhaif atau palsu.
            Ada pula ustaz ketiga, amat faham tentang teori kajian (mustolah hadith) sehingga dia hafal syarat-syarat itu dan syarat-syarat ini, tapi kalau dilontarkan padanya satu hadith, berpeluh juga dia hendak mencari di mana wujudnya hadith itu dan siapa yang meriwayatkannya.
            Ada ustaz lain pula, amat hebat dalam menapis hadith. Tapi rupa-rupanya dia amat kurang membaca hadith dan mengingatinya. Kalau ingin mengkaji, perlu buka buku terlebih dahulu barulah boleh mengkaji. Hadith-hadith yang penting tidak diingatinya melainkan jika bukunya dibuka.
            Cari lagi ustaz lain, amat mendalam ilmunya tentang hadith dan fiqh hadith (huraian maksud dan hukum yang terkandung dalam hadith). Tapi sayangnya, sekali lagi ustaz sebegini tidak tahu bagaimana ingin membezakan antara hadith sahih dan hadith yang tidak sahih.
            Tidak kurang juga yang kuat beramal dengan sunnah, tapi dia sendiri tidak tahu asal usul atau hadith yang diamalkannya. Apa yang ada pada dirinya ialah keinginan yang tinggi untuk mencontohi Rasulullah SAW dalam segala gerak-geri dan tutur kata.
            Lebih malang lagi, ada orang yang mendakwa ‘syeikh’nya sahajalah yang alim hadith, orang lain tidak. Hebat kerana syeikhnya tahu satu dua perkara dalam hadith. Itu sahaja. Taksubnya sehingga menafikan kehebatan syeikh orang lain. Bila agaknya sikap taksub ini akan hilang? Taksub bukan sahaja menjangkiti sebahagian (bukan semua) ahli tarekat, ahli pondok, bahkan menjangkiti juga sebahagian yang menggelar diri mereka salafi atau pengikut sunnah!
            Berbalik kepada topik artikel…siapa ulama atau pakar hadith? Bagi saya,..wallahu a’lam…akan ada ulama yang arif dalam satu cabang daripada bidang hadith, tetapi sudah pasti dia tidak tahu cabang-cabang yang lain. Ada yang tahu satu sudut dengan mendalam, namun sudut-sudut lain hanya diketahui secara umum. Ada yang masih dalam proses menuntut dan mencari pengalaman, mungkin ketika umur mencapai 70 tahun, barulah boleh dipanggil muhaddith! Kalau nak dipanggil semua ulama dengan gelaran muhaddith atau pakar hadith, atau alim hadith…bagi saya tidak ada masalah …tapi dengan syarat: kita sedar bahawa setiap ulama itu mempunyai kelebihan dan kekurangan dan pastikan diri kita tidak taksub sehingga menghalang kita untuk mengkritik atau mengambil pendapat lain selain pendapat orang yang kita sanjung dan gelar sebagai muhaddith tadi.
            Dan apa pula tindakan kita? Teruskan usaha untuk menambah ilmu kerana ilmu sama ada bidang hadith atau bidang lain, ia perlu dicari dan dituntut, ia tidak datang bergolek, ia tidak mencari kita. Kitalah yang akan berusaha menambah ilmu di dada. Sekiranya kita ingin sama menyertai golongan yang digelar sebagai pengkaji atau alim hadith, mulakan usaha dengan belajar dan membaca dan mengkaji. Kalau setakat kita membaca satu dua buku daripada seorang dua penulis, kemudian berangan-angan untuk jadi alim hadith, lupakan saja impian itu! Impian menjadi muhaddith tidak mustahil, tapi ia perlukan usaha dan pengorbanan.

Bookmark and Share

  


  Member Information For ummimqProfil   Hantar PM kepada ummimq   Pergi ke ummimq's Website   Quote dan BalasQuote

abuyahya
Warga 2 Bintang
Menyertai: 09.07.2006
Ahli No: 25126
Posting: 57

blank   avatar


posticon Posting pada: 19-07-06 14:34


Pada 19-07-06 14:17 , ummimq posting:

!!! QUOTE !!!

Untungnya Sheikh Muhammad Abd Wahab kerana selain dari terima bonus atas usaha baiknya, juga setiap hari terima bonus dari orang yang mencacinya. Setiap makian dan tuduhan tak berasas hanya akan memiskinkan si pencaci tetapi akan mengayakan orang yang di dalam kubur!




Maha Besar Allah akan pemelihara kebenaran!!
Maka bagaimana mungkinkah seorang zhalim akan mendapatkan ganjaran pahala.....
"Jangan engkau berharap dengan amal_mu jika kezhaliman masih terjadi pada dirimu" (MAtan Zubad by syaikh Ibnu Ruslan)

Bookmark and Share

  


  Member Information For abuyahyaProfil   Hantar PM kepada abuyahya   Quote dan BalasQuote

ummimq

Menyertai: 17.09.2003
Ahli No: 3613
Posting: 3616
Dari: Johor

Johor   avatar


posticon Posting pada: 19-07-06 14:37


fathi ali wrote:
assalamualaikum wbt

albani tak mereka satu ilmu yang baru..beliau mengikut jejak ulama2 hadith itu..dia cuma menganalisa kembali hasil kerja ulama2 itu..sebgmana az-dzahabi menganalisa kitab al-hakim 'al-mustadrak' yang juga dianggap kitab hadith sahih yang xwujud dalam sahihain tapi akhiranya adz-dzahabi juga menemui hadith2 yang tak sahih dalam kitab itu..maka kerja tangan al-albani ini bukan kerja baru...jika tidak maka sepatutnya mereka ini membuang sahaja kitab-kitab hadith an-nawawi, adz-dzahabi, al-iraqi kerana mereka banyak menganalisa hadith2 yang dibawa ulama2 hadith lain yang terdahulu..
begitu juga hasil kerja al-albani..tidak mustahil hasil kerjanya juga
akan dianalisa kembali suatui hari nanti.. menganalisa kembali hasil2 kerja para ulama bukanlah menghina mereka sebaliknya membiarkan kesilapan mereka adalah satu jenayah kepada agama...
bila ana menyebut kesilapan bukan bermakna ana menghina ulama2 tersebut..

berbuat silap bukanlah satu kesalahan, sebaliknya sengaja memalsukan hadith2 lah satu kesalahan...itulah yang kita perlu faham

Bookmark and Share

  


  Member Information For ummimqProfil   Hantar PM kepada ummimq   Pergi ke ummimq's Website   Quote dan BalasQuote

abuyahya
Warga 2 Bintang
Menyertai: 09.07.2006
Ahli No: 25126
Posting: 57

blank   avatar


posticon Posting pada: 19-07-06 14:45


Pada 19-07-06 14:34 , ummimq posting:

!!! QUOTE !!!


impian itu! Impian menjadi muhaddith tidak mustahil, tapi ia perlukan usaha dan pengorbanan.



Sayangnya para muhaditsin dalam khutubutsitah tidak menggunakan angan angan.....
adapun muhaditsin akhir zaman tidak bisa diperpegangi ucapannya, apalagi untuk mentarjih muhaditsin salaf,seperti Bukhari dan Muslim..mereka hafid 1.000.000 hadits.....
buakan sembarang hafal ,,,melainkan dengan sanad sanadnya
Bukhari menulis hanya 7124 haditsnya saja....kemanakah sisanya sebanyak 992.876 hadits lainnya?? adakah muhadits masa kini mengetahuinya??

Ya Rasulullah sunguh Ummatmu pada akhir zaman ini sangtlah jelek pahamnya...ilmunya,,,amalannya,,,,,semoga Syafa'atmu kelak bisa menolong kami dari kekhilafan kami.....

Bookmark and Share

  


  Member Information For abuyahyaProfil   Hantar PM kepada abuyahya   Quote dan BalasQuote

Amrizal
WARGA SETIA
Menyertai: 20.04.2004
Ahli No: 8529
Posting: 854
Dari: Bumi Allah nan Indah

NegeriSembilan   avatar


posticon Posting pada: 19-07-06 15:32


tak habis-habis nak kutuk2 mengutuk sesama sendiri, apa masalah nya ini?

Bookmark and Share

  


  Member Information For AmrizalProfil   Hantar PM kepada Amrizal   Pergi ke Amrizal's Website   Quote dan BalasQuote

zilzal
WARGA SETIA
Menyertai: 12.03.2006
Ahli No: 23382
Posting: 854
Dari: somewhere in jordan

Selangor   avatar


posticon Posting pada: 23-07-06 05:49


Kekhilafan ulama' yang berlaku pada waktu silam hatta sekarang ini merupakan sesuatu yang natural dalam sisitem pengkajian ilmu tetapi apa yang berlaku kepada pengikut2 mereka adalah menjadi fitnah yang besar terhadap perpaduan umat islam.Pentaklidan tanpa mengkaji dan menuntut ilmu dengan mengikut manhaj2 nya yang betul adalah satu kesilapan yang bukan sahaja boleh memecahbelahkan ummah malahan peluang sebegini lah yang dicari2 oleh musuh2 islam menghancurkan umat islam seluruhnya.Jangan sekadar bersungguh2 untuk mencari kepopularan melalui pengkajian anda tetapi biarlah ia sebagai usaha murni untuk membebaskan umat islam daripada fitnah dan kerosakan.InsyaAllah Allah akan menilai setiap amalan baik anda. Sabda Nabi: "Sesungguhnya setiap amalan itu adalah berdasarkan niat...."

Bookmark and Share

  


  Member Information For zilzalProfil   Hantar PM kepada zilzal   Quote dan BalasQuote

abu_muaz
Warga 4 Bintang
Menyertai: 21.05.2004
Ahli No: 9096
Posting: 224
Dari: Riau - Indonesia

indonesia  


posticon Posting pada: 24-07-06 15:36


Pada 19-07-06 14:37 , ummimq posting:

!!! QUOTE !!!

fathi ali wrote:
assalamualaikum wbt

albani tak mereka satu ilmu yang baru..beliau mengikut jejak ulama2 hadith itu..dia cuma menganalisa kembali hasil kerja ulama2 itu..sebgmana az-dzahabi menganalisa kitab al-hakim 'al-mustadrak' yang juga dianggap kitab hadith sahih yang xwujud dalam sahihain tapi akhiranya adz-dzahabi juga menemui hadith2 yang tak sahih dalam kitab itu..maka kerja tangan al-albani ini bukan kerja baru...jika tidak maka sepatutnya mereka ini membuang sahaja kitab-kitab hadith an-nawawi, adz-dzahabi, al-iraqi kerana mereka banyak menganalisa hadith2 yang dibawa ulama2 hadith lain yang terdahulu..
begitu juga hasil kerja al-albani..tidak mustahil hasil kerjanya juga
akan dianalisa kembali suatui hari nanti.. menganalisa kembali hasil2 kerja para ulama bukanlah menghina mereka sebaliknya membiarkan kesilapan mereka adalah satu jenayah kepada agama...
bila ana menyebut kesilapan bukan bermakna ana menghina ulama2 tersebut..

berbuat silap bukanlah satu kesalahan, sebaliknya sengaja memalsukan hadith2 lah satu kesalahan...itulah yang kita perlu faham

Tapi kenyataannya tak ada seorangpun pengikut salafy/wahabi/albaniyyun yang berani mengkritik albani meski hadist albani bertentangan denagn bukhari/muslim.



Bookmark and Share

  


  Member Information For abu_muazProfil   Hantar PM kepada abu_muaz   Quote dan BalasQuote

fathurrahman
WARGA SETIA
Menyertai: 28.03.2006
Ahli No: 23783
Posting: 580
Dari: -

jordan   avatar


posticon Posting pada: 24-07-06 18:06


Pada 24-07-06 15:36 , abu_muaz posting:

!!! QUOTE !!!

Tapi kenyataannya tak ada seorangpun pengikut salafy/wahabi/albaniyyun yang berani mengkritik albani meski hadist albani bertentangan denagn bukhari/muslim.


kenyataannya enta asyik saja mencari-cari kesalahan al-Albani, sdgkan ulama' hadith & fiqh zmn ini mengiktiraf keilmuan & jasa2 beliau dalam bidang hadith. cuba baca tulisan2 Syeikh Yusuf al-Qaradhawi, Syeikh Syu'aib al-Arnaouth, Syeikh Abdul Malik b. Abdul Rahman as-Sa'di (mantan Mufti Iraq) dll. walaupun ada antara mereka yang tidak sependapat dalam masalah2 tertentu, tetapi semuanya mengakui keilmuan al-Albani dalam bidang hadith

biasalah setiap manusia ada kelemahannya, tapi kesilapan tersebut tak sepatutnya memadamkan jasa2 seseorang. Kenapa kesilapan itu yang dicari, Kenapa tidak dimanfaatkan lautan ilmu yang ditinggalkan oleh al-Albani, sebagaimana yang dilakukan oleh para ulama' pada hari ini?

apa kata enta saja yang tulis buku untuk radd tahqiqan al-Albani, lepas tu baru boleh bising2 di sini. bolehkah saudaraku?


-----------------
"Intellectuals solve problems; geniuses prevent them.." -Einstein
[ Telah diedit oleh: fathurrahman pada 24-07-06 18:09 ]


Bookmark and Share

  


  Member Information For fathurrahmanProfil   Hantar PM kepada fathurrahman   Pergi ke fathurrahman's Website   Quote dan BalasQuote

abuyahya
Warga 2 Bintang
Menyertai: 09.07.2006
Ahli No: 25126
Posting: 57

blank   avatar


posticon Posting pada: 05-08-06 16:12


Di antara fitnah Albani ialah dia telah merobek ijmak apabila dia mendhaifkan beberapa hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim. Sedangkan para ulama Ahlus Sunnah wal Jama`ah telah sepakat dalam ertikata telah ada ijmak ulama sejak kurun ke-7 hijrah bahawa sesahih-sahih selepas al-Quran ialah kitab al-Bukhari dan Muslim. Ini adalah ijmak ulama Ahlus Sunnah wal Jama`ah sebagaimana dinyatakan oleh Imam Ibnus Sholah dalam kitabnya "Muqaddimah fi 'Ulumil Hadits".

Contohnya dalam "Dha`if al-Jami' wa Ziyadatuhu", Albani dalam komentarnya bagi hadis:-
Allah s.w.t. berfirman: "Ada 3 orang yang akan menjadi lawanKu pada hari kiamat:- (i) orang yang diberi amanat keranaKu kemudian dia khianat; (ii) orang yang menjual orang lain yang merdeka, lalu makan harga jualannya itu; dan (iii) orang yang mengupah pekerja yang melakukan kerja tersebut dengan sempurna, tetapi tidak diberi upahnya."
mengatakan bahawa: "Hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad dan al-Bukhari daripada Abu Hurairah, dhaif".


Begitu juga, Albani telah mendhaifkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Muslim daripada Sayyidina Abu Hurairah :-

Apabila salah seorang di antara kamu bangun malam, maka bukalah shalatnya dengan dua rakaat yang ringan."
Ini antara contoh kecerobohan Albani terhadap Shahih Bukhari dan Muslim. Maka tidak hairanlah jika Syaikh Abdullah Al-Ghimari seorang ahli hadis terkemuka Maghribi dalam karangannya berjodol "hanya fihi ar-Radd 'ala al-Albani" menyatakan bahawa al-Albani tidak dapat dipertanggungjawab dalam menetapkan nilai hadis, baik shahih atau dhaif. Dan dinyatakan bahawa Syaikh Muhammad Yasin al-Fadani, ulama besar hadis yang digelar musnid dunya yang tinggal di Makkah mengatakan bahawa "al-Albani adalah seorang yang sesat dan menyesatkan."

Malangnya kita orang awam di Malaysia, hidup-hidup ditipu oleh mereka-mereka yang ilmunya sekadar mengaji karangan al-Albani untuk menyanjung al-Albani sebagai muhadditsin ulung zaman ini, bahkan ada yang tergamak menobatkan Albani sebagai mujaddid. Aku yakin kalau mereka kaji betul-betul kitab-kitab ulama lain, pasti mereka akan tahu tembelang Albani

allahu a'lam

Bookmark and Share

  


  Member Information For abuyahyaProfil   Hantar PM kepada abuyahya   Quote dan BalasQuote

abuyahya
Warga 2 Bintang
Menyertai: 09.07.2006
Ahli No: 25126
Posting: 57

blank   avatar


posticon Posting pada: 05-08-06 16:12


Di antara fitnah Albani ialah dia telah merobek ijmak apabila dia mendhaifkan beberapa hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim. Sedangkan para ulama Ahlus Sunnah wal Jama`ah telah sepakat dalam ertikata telah ada ijmak ulama sejak kurun ke-7 hijrah bahawa sesahih-sahih selepas al-Quran ialah kitab al-Bukhari dan Muslim. Ini adalah ijmak ulama Ahlus Sunnah wal Jama`ah sebagaimana dinyatakan oleh Imam Ibnus Sholah dalam kitabnya "Muqaddimah fi 'Ulumil Hadits".

Contohnya dalam "Dha`if al-Jami' wa Ziyadatuhu", Albani dalam komentarnya bagi hadis:-
Allah s.w.t. berfirman: "Ada 3 orang yang akan menjadi lawanKu pada hari kiamat:- (i) orang yang diberi amanat keranaKu kemudian dia khianat; (ii) orang yang menjual orang lain yang merdeka, lalu makan harga jualannya itu; dan (iii) orang yang mengupah pekerja yang melakukan kerja tersebut dengan sempurna, tetapi tidak diberi upahnya."
mengatakan bahawa: "Hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad dan al-Bukhari daripada Abu Hurairah, dhaif".


Begitu juga, Albani telah mendhaifkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Muslim daripada Sayyidina Abu Hurairah :-

Apabila salah seorang di antara kamu bangun malam, maka bukalah shalatnya dengan dua rakaat yang ringan."
Ini antara contoh kecerobohan Albani terhadap Shahih Bukhari dan Muslim. Maka tidak hairanlah jika Syaikh Abdullah Al-Ghimari seorang ahli hadis terkemuka Maghribi dalam karangannya berjodol "hanya fihi ar-Radd 'ala al-Albani" menyatakan bahawa al-Albani tidak dapat dipertanggungjawab dalam menetapkan nilai hadis, baik shahih atau dhaif. Dan dinyatakan bahawa Syaikh Muhammad Yasin al-Fadani, ulama besar hadis yang digelar musnid dunya yang tinggal di Makkah mengatakan bahawa "al-Albani adalah seorang yang sesat dan menyesatkan."

Malangnya kita orang awam di Malaysia, hidup-hidup ditipu oleh mereka-mereka yang ilmunya sekadar mengaji karangan al-Albani untuk menyanjung al-Albani sebagai muhadditsin ulung zaman ini, bahkan ada yang tergamak menobatkan Albani sebagai mujaddid. Aku yakin kalau mereka kaji betul-betul kitab-kitab ulama lain, pasti mereka akan tahu tembelang Albani

allahu a'lam

Bookmark and Share

  


  Member Information For abuyahyaProfil   Hantar PM kepada abuyahya   Quote dan BalasQuote

Uwaimir
Warga 2 Bintang
Menyertai: 12.07.2003
Ahli No: 2288
Posting: 57

saudiarabia  


posticon Posting pada: 06-08-06 13:27


Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum wrt.

Demikianlah manusia-manusia yang tidak takut kepada Allah SWT. Orang-orang begini bukanlah dari jenis orang2 yang melazimi mlm dan siangnya mengambil manfaat dari tinggalan para ulama besar seperti Al-Albani ini. Dan orang ini saat membaca tulisanku sebentar tadi yang menyebut Al-Albani sebagai ulama besar,maka tiba-tiba hatinya menjadi sakit, berubah wajahnyanya kerana ketidak redhaannya yang disertai pula dengan perasaan amarah walhal satu kitab Al-Albani pun tidak pernah dikhatamnya!!
Demikianlah orang-orang yang suka mentohmah para ulama, di mana sahaja pun adalah serupa, sama sahaja sifat dan lagaknya.

Dari itu biarku tambah sakit hatimu. Kukatakan hasil perbincangan dengan guruku dan telaahku ke atas kitab2 Al-Albani mengantarku kepada satu kesimpulan yakni Al-Albani ini adalah Muhaddith besar yang memasuki kategori orang-orang seperti al-Iraqi, al-Haithami, az-Dzahabi dan Al-Hafiz Ibnu Hajar al-Asqalani.

Dan biarku sampaikan kepadamu berkenaan Syeikh Abdullah Al-Ghumari yang kamu sifatkan sebagai ahli hadith terkemuka Maghribi bahawa Syeikh ini dalam kitabnya Al-Subhu wa al-Safir MENDHAIFKAN hadith riwayat Bukhari-Muslim yakni hadith riwayat Urwah dari 'Aisyah tentang rakaat solat safar kerana pada pemikirannya hadith tersebut bertentangan dengan Al-Qur'an.Padahal pemikiran beliaulah yang tersalah!

Dan kesebutkan kepadamu orang yang lebih teguh dalam ilmu ini berbanding Abdullah al-Ghumari yakni saudaranya Syeikh Ahmad Al-Ghumari dalam kitabnya Al-Hidayah fi Takhrij Ahadith al-Bidayah MENDHAIFKAN hadith Bukhari-Muslim berkenaan gerhana matahari yang diriwayatkan oleh Jabir dan Ibnu Abbas.

Justeru apakatamu berkenaan hal ini wahai Syeikh? Apakah tidak mahu dibuka satu tajuk baru yang serupa dengan tajuk ini iaitu Syeikh Abdullah dan Ahmad Siddiq al-Ghumari Mendhaifkan hadith Bukhari-Muslim?

Demikianlah orang-orang ini...di mana-mana pun sama sahaja lagaknya...tidak mahu mengkaji tetapi berani berbuat keji!

Adapun dari hal Al-Albani dan Shahihain.Hal ini dalam ruang lingkup perbahasan yang mendalam sebagaimana perbahasan berkenaan Shahihain yang menyangkut kritik Ad-Daruqutni dan pembelaan Ibnu Hajar al-Asqalani.

Walhal Al-Albani membela bermati-matian kesahihan hadith Bukhari seperti terlihat dalam kitabnya at-Tahrim dimana hadith tersebut dilemahkan oleh Ibnu Hazm al-Andalusi dalam kitabnya al-Muhalla...

Barangsiapa masih mempunyai fitrah yang suci yang sentiasa hidup dalam semangat mengkaji dan mendalami ilmu yang suci ini nescaya akan mendapati benarnya perkataan guruku apabila menjawab pertanyaanku..." Apakah Al-Albani mencapai darjat Ibnu Hajar al-Asqalani dalam ilmu ini(yakni ilmu hadith)..maka jawab guruku.."boleh jadi".Wallahu a'lam.

Bookmark and Share

  


  Member Information For UwaimirProfil   Hantar PM kepada Uwaimir   Quote dan BalasQuote

abuyahya
Warga 2 Bintang
Menyertai: 09.07.2006
Ahli No: 25126
Posting: 57

blank   avatar


posticon Posting pada: 07-08-06 13:55


Sungguh Allah menciptakan zaman dengan ummat yang semakin buruk pada masa akhirnya....
Manalah mungkin kejayaan parah muhadits yang asli, seperti Bukhari,Muslim,Nasai,Ibnu majah,Daruquthni dlsb bisa dibantah oleh seorang yang hanya bermodalkan hawa'

Ya Allah Mungkinkah masa terbaik ada pada akhir zaman....melainkan fitnahlah yang terjadi dan memebezar pada akhir zaman ni.....

Sungguh mencintai para ulama salaf adalah lebih utama dari mengikuti ulama mutakhirin yang tak tahu malu, berfatwa untuk menafikan keilmuan para shalafus-sholeh,,,,,,
Ohh Allah Lindungi ummat Islam ni dari fitnah akhir zaman.....

Bookmark and Share

  


  Member Information For abuyahyaProfil   Hantar PM kepada abuyahya   Quote dan BalasQuote

Uwaimir
Warga 2 Bintang
Menyertai: 12.07.2003
Ahli No: 2288
Posting: 57

saudiarabia  


posticon Posting pada: 07-08-06 14:27


Demikianlah kejahilan di atas kejahilan dijadikan modal menentang para ulama rabbani walhal empunya diri sedikit pun tidak pernah melakukan tela'ah. Yang ada hanyalah prasangka semata. Tidak malukah enta bersikap seperti ini?

Andai enta memang melazimi hadith nescaya enta akan menemui hadith2 sahih yang menyebut bahawa akan senantiasa ada sekelompok dari umat ini yang senantiasa menegakkan agama Allah, tidak akan memudaratkan ke atas mereka sehingga datang hari kiamat. Demikian juga hadith berkenaan tajdid yakni akan muncul pada awal setiap seratus tahun seseorang yang akan melakukan tajdid ke atas agama ini....Namun kerana dari hal Al-Imam al-Bukhari pun enta masih jauh untuk mengenalinya, maka tiadalah menghairan hal-hal sebegini muncul dari enta. Barangkali terkejut besarnya enta bila melihat Bab terakhir dari Sahih al-Bukhari terisi dengan hadith2 yang menyokong aqidah orang-orang yang enta hamburkan dengan gelar wahabi!

Bookmark and Share

  


  Member Information For UwaimirProfil   Hantar PM kepada Uwaimir   Quote dan BalasQuote

abu_muaz
Warga 4 Bintang
Menyertai: 21.05.2004
Ahli No: 9096
Posting: 224
Dari: Riau - Indonesia

indonesia  


posticon Posting pada: 08-08-06 08:25


Pada 24-07-06 18:06 , fathurrahman posting:

!!! QUOTE !!!


kenyataannya enta asyik saja mencari-cari kesalahan al-Albani, sdgkan ulama' hadith & fiqh zmn ini mengiktiraf keilmuan & jasa2 beliau dalam bidang hadith. cuba baca tulisan2 Syeikh Yusuf al-Qaradhawi, Syeikh Syu'aib al-Arnaouth, Syeikh Abdul Malik b. Abdul Rahman as-Sa'di (mantan Mufti Iraq) dll. walaupun ada antara mereka yang tidak sependapat dalam masalah2 tertentu, tetapi semuanya mengakui keilmuan al-Albani dalam bidang hadith

iasalah setiap manusia ada kelemahannya, tapi kesilapan tersebut tak sepatutnya memadamkan jasa2 seseorangKenapa kesilapan itu yang dicari, Kenapa tidak dimanfaatkan lautan ilmu yang ditinggalkan oleh al-Albani, sebagaimana yang dilakukan oleh para ulama' pada hari ini?

apa kata enta saja yang tulis buku untuk radd tahqiqan al-Albani, lepas tu baru boleh bising2 di sini. bolehkah saudaraku?


Tidak ada yang menafikan jasa albani...tapi menganggap albani yang berjasa tanpa cacat cela itu yang dilarang...kalimat seperti ini mungkin sudah puluhan kali ana ulang...

Pahaman ASWJ misalnya... tidak segan melemahkankan qunut subuh yang menurut imam syafii sebagai sunat muaakad...walau ia sendiri cendrung pada fiqih syafii....

Ana yakin ada budak-budak lulusan timur tengah - mungkin tidak dengan kata kata! - menganggap albani lebih hebat dari bukhari...

Ini bisa dilihat dari ceramah2 mereka yang sering menisbatkan hadist shohih menurut albani bukan menurut bukhari..walau hadist itu juga dishohihkan oleh bukhari atau muslim...menduhulukan nama albani daripada bukhari menunjukkan takliq mereka terhadap albani...

Meski ana bukan orang yang tepat..tapi ana tidak segan2 mengatakan bukhari lebih hebat dari albani...Jelas saudaraku?
Ente bagaimana??? Jawab yang tegas !

[ Telah diedit oleh: abu_muaz pada 08-08-06 08:28 ]


Bookmark and Share

  


  Member Information For abu_muazProfil   Hantar PM kepada abu_muaz   Quote dan BalasQuote

abuyahya
Warga 2 Bintang
Menyertai: 09.07.2006
Ahli No: 25126
Posting: 57

blank   avatar


posticon Posting pada: 08-08-06 16:42


Pada 07-08-06 14:27 , Uwaimir posting:

!!! QUOTE !!!



Andai enta memang melazimi hadith nescaya enta akan menemui hadith2 sahih yang menyebut bahawa akan senantiasa ada sekelompok dari umat ini yang senantiasa menegakkan agama Allah, tidak akan memudaratkan ke atas mereka sehingga datang hari kiamat. Demikian juga hadith berkenaan tajdid yakni akan muncul pada awal setiap seratus tahun seseorang yang akan melakukan tajdid ke atas agama ini....Namun kerana dari hal Al-Imam al-Bukhari pun enta masih jauh untuk mengenalinya, maka tiadalah menghairan hal-hal sebegini muncul dari enta. Barangkali terkejut besarnya enta bila melihat Bab terakhir dari Sahih al-Bukhari terisi dengan hadith2 yang menyokong aqidah orang-orang yang enta hamburkan dengan gelar wahabi!



Sungguh aneh kalimat enta ni...adakah tajdid menjatuhkan ulama ulama yang terkenal akan keilmuannya,,,sampai sampai bisa menafikan ijma ulama bahwa bukhari dan muslim adalah hadits yang muktabarah...
adakah albany melebihi mereka, adakah ulama akhir mubtadi akhir zaan ni lebih baik amalnya dibandingkan sahalafus-shalih..
Sungguh ini adalah pernyataan bodoh dan mebodohkan....

adakah albany hafiz 1.000.000 hadits berikut matan dan takhrijnya?
adakah albany menemuui langsung para perawi hadits tu?

ataukah hanya belajar dari kitab kitab yang hanya berisi hadits pilihan saja?, yang tidak banyak tahu tetang sisanya..hadits hasan,hasan ligairihi.....duhai..salafy pakai otaklah sikit kalau berucap???

Bookmark and Share

  


  Member Information For abuyahyaProfil   Hantar PM kepada abuyahya   Quote dan BalasQuote

Uwaimir
Warga 2 Bintang
Menyertai: 12.07.2003
Ahli No: 2288
Posting: 57

saudiarabia  


posticon Posting pada: 08-08-06 19:35


Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum wrt.

Demikianlah kurangnya kajian disertai sikap yang melulu menjadi penghalang melihat kebenaran. Bahkan orang-orang seperti ini hakikatnya memusuhi sesuatu yang dirinya sendiri tidak ada ilmu mengenainya..

Jika kalian adalah orang-orang yang jujur nescaya dalam hal sahihain ini orang yang lebih patut kalian hamburkan kebencian adalah orang-orang seperti Syeikh Abdullah al-Ghumari itu yang melemahkan hadith Bukhari dengan kaedah yang terkeluar dari standard dalam 'Ulum al-hadith. Demikian juga orang seperti Hasan Al-Saqqaf yang menyatakan pada akhir kitabnya Sahih Sifat Solatun Nabi bahawa hadith beerpegang teguh dengan Kitabullah dan Sunnah Nabi saw sebagai hadith yang palsu sanad dan matannya! Dan orang inilah antara narasumber utama datangnya fitnah ke atas Al-Albani dengan kitabnya yang berjudul at-Tanaqudat itu.Dalam bidang hadith orang-orang seperti Abdullah al-Ghumari dan Al-Saqqaf inilah yang patut kalian tajrih!

Adapun Al-Albani sama seperti Al-Iraqi dan Ibnu Hajar al-Asqalani yang tidak sunyi dari kesilapan. Apakah Al-Iraqi dan Ibnu Hajar Al-Asqalani itu lebih agung berbanding al-Bukhari? Tidak ada seorang pun yang maksum di dunia ini kecuali Nabi saw...tidak Bukhari, tidak Muslim, tidak Ibnu Hajar dan tidak Al-Albani.

Hanyasaja Al-Albani ini sumbangannya seperti juga Al-Iraqi dan Ibnu Hajar Al-Asqalani. Apakah Al-Iraqi yang wafat tahun 806 Hijrah dan Ibnu Hajar Al-Asqalani yang wafat pada tahun 852 Hijrah bertemu para perawi hadith sebagaimana Al-Bukhari?Jika kalian boleh menerima kitab-kitab besar seperti Takhrij al-Ihya', Alfiyyah Al-Iraqi, Talkhish al-Habir, Tahzib at-Tahzib, Taqrib al-Tahzib, Fathu al-Baari sedangkan kedua Imam hadith ini tidak pernah bertemu para perawi hadith kerana zaman yang terlalu jauh, justeru apa alasan kalian untuk tidak menerima karya2 seperti Silsilah Ahadith al-Sahihah, Silsilah Ahadith ad-Dhaifah wa al-Maudhu'ah, Irwa' al-Ghalil, Ahkam al-Janaiz dan lain2 karya Al-Albani padahal baik Al-Iraqi, Ibnu Hajar al-Asqalani dan Al-Albani semuanya sangat jauh dari zaman Al-Bukhari dan tidak pun bertemu dan para perawi hadith.

Demi Allah! kalian adalah orang-orang yang mentohmah para ulama tanpa ilmu!
Jika kalian memasuki lapangan yang suci ini(yakni ilmu hadith) nescaya kalian akan melihat selain ad-Daruqutni yang mengkritik Sahih Al-Bukhari, lebih jauh dari itu Al-Hafiz Ibnu Jauzi al-Baghdadi pernah memasukkan hadith Sahihain ke dalam kitabnya al-Maudhu'at! yakni kitab yang menghimpunkan hadith2 yang palsu! Namun penelitian ilmiah menunjukkan tindakan Ibnu Jauzi ini adalah keterlaluan dan ia dibantah oleh para muhadditsin selepasnya.

Berbalik kepada Al-Albani, antara sumbangan besar beliau adalah memisahkan hadith2 yang sahih, hasan, dhaif dan maudhu' yang wujud di dalam kitab2 sunan yang empat. Dan sebahagian hadith2 ini di dalam kitab sunan sudahpun dinyatakan cacatnya oleh pengarang kitab sunan tersebut atau paling tidak sudah diisyaratkan akan kelemahannya. misalnya perkataan al-Tirmidzi bila menyebut sesuatu hadith sebagai hadith gharib, umumnya itu adalah hadith2 yang dhaif.Demikian hadith2 yang didiamkan oleh al-Imam Abu Daud dalam sunannya mempunyai pengertian yang tersendiri di sisi ilm musthalah hadith. Justeru takutlah kepada Allah SWT dalam berbuat zalim terhadap para ulama dalam keadaan diri yang jahil.

Bidang tahqeeq dan takhrij hadith selain Al-Albani, ada Syeikh Ahmad Muhammad Syakir iaitu Muhaddith agung mesir yang melakukan tahqeeq ke atas musnah al-Imam Ahmad bin Hanbal dan Sunan Al-Tirmidzi. Beliau melakukan kerja yang serupa dengan Al-Albani. Demikian juga dengan ulama hadith besar yang masih lagi hidup yakni Syeikh Syua'ib al-Arnau'tahu pun melakukan kerja yang sama dengan Al-Albani. Syeikh Syua'ib melakukan tahqeeq dan takhrij misalnya ke atas kitab Jami' al-'ulum wa al-Hikam li Ibnu Rajab al-Hanbali, Riyadush Shalihin li al-Nawawi dan terbaru ke atas Sunan at-Tirmidzi. Apakah semua ini kita katakan sebagai kerja menjatuhkan para ulama terdahulu? Hanya orang-orang yang bodoh lagi membodohkan sahaja yang mengatakan demikian.

Sekian ta'liq ringkasku sementara menunggu waktu solat. Semoga bermanfaat.

Bookmark and Share

  


  Member Information For UwaimirProfil   Hantar PM kepada Uwaimir   Quote dan BalasQuote

jumaat
Warga 5 Bintang
Menyertai: 29.03.2006
Ahli No: 23806
Posting: 371

blank   avatar


posticon Posting pada: 08-08-06 19:35


tak ada sorangpun yang bincang pasal isi hadith2 tersebut.....
yang penting sejauh mana kita beramal dengan hadith2......
bukannya terus bersikap pro atau kontra terhadap albaniy......
yang penting AMALAN terhadap isi hadith itu.......

80% rakyat malaysia-islam tak faham pun apa yang anda ceritakan kat sini...
dan tak ada manfaat pun pertelagahan anda ni kepada 80 % rakyat malaysia-islam ni....

ada kecenderungan musuh2 islam untuk memecah-belahkan persatuan kita ni kawan-kawan...berhati-hati kawan-kawan...!!!

Bookmark and Share

  


  Member Information For jumaatProfil   Hantar PM kepada jumaat   Quote dan BalasQuote

abuyahya
Warga 2 Bintang
Menyertai: 09.07.2006
Ahli No: 25126
Posting: 57

blank   avatar


posticon Posting pada: 09-08-06 19:30


Duh Tuan
jika albany dibandingkan dng ibnu hajar asqolany..maka samalah membandingkan kesamaan badut dengan bulan nun jauh disana...
Albany sampai tingkat hafizpun tidak...apalagi sampai derajat Muhadits......Sungguh aku malu menyatakan ni tuan tetapi kebenaran tidak bisa ditutupi dng dusta yang besar

Lihatlah apa yang dikemukakan albany:
Al-Albani menyatakan dalam 'kitab Shohih-nya' ketika mengomentari Hadis no. 149 : 'Orang beriman adalah orang yang tidak memenuhi perutnya . . dst

Hadis ini berasal dari Aisyah ra. sebagaimana yang disebutkan oleh Al-Mundhiri (3/237) dan Al-Hakim dari Ibn Abas ra.. .

makaalbany berkata " Saya (Albani) tidak menemukannya dalam
Mustadrak al-Hakim setelah mencarinya dalam 'bagian pemikiran'

Duhai Tuan tahukah bahwa hadits tsb termaktub dalam Mustadrak Al-Hakim (2/12),...Sungguhkan albany mempunyai kemampuan dalam mempelajari hadits?????

Malukah kita mengetahui hal seperti ni? layakkah dia (albany) disejajarkan dng al-hafiz Ibnu Hajar?
Atau sebaiknya dia disejajarkan dng P.Ramli saja ....lah...

wallahu'alam

Bookmark and Share

  


  Member Information For abuyahyaProfil   Hantar PM kepada abuyahya   Quote dan BalasQuote

abu_muaz
Warga 4 Bintang
Menyertai: 21.05.2004
Ahli No: 9096
Posting: 224
Dari: Riau - Indonesia

indonesia  


posticon Posting pada: 12-08-06 12:14


!!! QUOTE !!!

Adapun Al-Albani sama seperti Al-Iraqi dan Ibnu Hajar al-Asqalani yang tidak sunyi dari kesilapan. Apakah Al-Iraqi dan Ibnu Hajar Al-Asqalani itu lebih agung berbanding al-Bukhari? Tidak ada seorang pun yang maksum di dunia ini kecuali Nabi saw...tidak Bukhari, tidak Muslim, tidak Ibnu Hajar dan tidak Al-Albani.

@ uwaimir...

Jelas bukhary lebih agung dari ibnu hajar...sebab ibnu hajar sendiri "hanya" menafsirkan hadist bukhri...dan beliau tidak pernah melemahkan hadis bukhari

Pertanyaan mana dikit saja tuan....jika ada dua hadist shohih menurut bukhari namun dhoif menurut albani...maka menurut ente hadist itu shohih atau dhoif? itu saja!

Bookmark and Share

  


  Member Information For abu_muazProfil   Hantar PM kepada abu_muaz   Quote dan BalasQuote

Atif_Haziq
Warga 4 Bintang
Menyertai: 22.12.2004
Ahli No: 13220
Posting: 203
Dari: اللذي بركنا حوله

Terengganu  


posticon Posting pada: 12-08-06 16:50


dahlah tu...
jangan dibincangkan lagi benda macam ni...
boleh jadi benda lain nanti....

Bookmark and Share

  


  Member Information For Atif_HaziqProfil   Hantar PM kepada Atif_Haziq   Quote dan BalasQuote

Member Messages

Forum Search & Navigation

 

Log in to check your private messages

Silakan Login atau Mendaftar





  


 

[ Carian Advance ]

Jum ke Forum 




Datacenter Solution oleh Fivio.com Backbone oleh JARING Bukan Status MSCMyPHPNuke Portal System

Disclaimer: Posting dan komen di dalam Portal Komuniti Ukhwah.com ini adalah menjadi hak milik ahli
yang menghantar. Ia tidak menggambarkan keseluruhan Portal Komuniti Ukhwah.com.
Pihak pengurusan tidak bertanggung jawab atas segala perkara berbangkit
dari sebarang posting, interaksi dan komunikasi dari Portal Komuniti Ukhwah.com.


Disclaimer: Portal Komuniti Ukhwah.com tidak menyebelahi atau mewakili mana-mana parti politik
atau sebarang pertubuhan lain. Posting berkaitan politik dan sebarang pertubuhan di dalam laman web ini adalah menjadi
hak milik individu yang menghantar posting. Ia sama-sekali tidak ada
kena-mengena, pembabitan dan gambaran sebenar pihak pengurusan Portal Komuniti Ukhwah.com

Portal Ukhwah
Hakcipta 2003 oleh Ukhwah.com
Tarikh Mula: 14 Mei 2003, 12 Rabi'ul Awal 1424H (Maulidur Rasul)
Made in: Pencala Height, Bandar Sunway dan Damansara Height
Dibina oleh Team Walasri




Loading: 0.154421 saat. Lajunya....