Array
Welcome To Portal Komuniti :: Ukhwah.com

  Create An Account Home  ·  Topik  ·  Statistik  ·  Your Account  ·  Hantar Artikel  ·  Top 10 25-10-2021  

  Login
Nickname

Password

>> Mendaftar <<

  Mutiara Kata
Jika tiada kereta kuda, naiklah kuda; jika tiada kuda, lebih baik berjalan kaki

-- Peribahasa Tionghua

  Menu Utama

  Keahlian Ukhwah.com
Terkini: navratan
Hari Ini: 0
Semalam: 0
Jumlah Ahli: 43152

  Sedang Online
Sedang Online:
Tetamu: 92
Ahli: 0
Jumlah: 92




  Yang Masuk Ke Sini
wyd1014: 6 hari yang lalu
Daeng_Jati: 13 hari yang lalu
skater: 15 hari yang lalu
HIKAL: 34 hari yang lalu

kisah mualaf:Saya Baru Masuk Islam, Bagaimana Menghadapi Tentangan?
 Posted on Ahad, 03 Ogos 2003 @ 15:46:22oleh Hanan
Semasa the_brOtherz menulis kisah ini merupakan salah satu soal jawab yang berlaku diantara seorang mualaf( yang baru masuk islam )bersama dengan seorang ustaz....ikutilah kisah ini dengan persoalan yang berlaku pada mualaf ini.....

mualafAssallamualaikum wr. wb, Sekarang ini saya berumur 23 dan telah bekerja (walaupun hanya sambilan) sambil belajar. Dan juga syukur kepada Allah kerana sebelumnya saya adalah seorang Kristien, tetapi sekarang Alhamdulillah saya telah memeluk Islam.
Masalah saya sekarang adalah saya sering membaca bahawa dalam Islam itu apabila sudah mampu maka berkahwinlah. Dan sekarang ini saya sudah memiliki pasangan.Orang Tuanya sudah mempertanyakan masalah hubungan kami, dan saya terus terang memang sudah ingin berkahwin kerana untuk menghindarkan kami dari perbuatan-perbuatan yang tidak di redhai Allah sehingga kami tidak terjerumus dalam dosa, juga agar kami dapat melaksanakan Firman Allah SWT seperti yang ada dalam Alquran. Tetapi sampai sekarang orang tua saya belum mengetahui perihal keislaman saya. Yang saya takutkan adalah bila saya ingin minta restu dan izin bimbang mereka tidak akan memberi keizinan, lebih-lebih lagi Ayah saya sudah pernah beritahu agar jangan buru-buru berkahwin (kira-kira umur 27 katanya). Juga saya tidak mahu mereka mendapat kesan bahwa kerana saya telah Islam maka harus berkahwin. Nanti Orang Tua saya akan berfikiran buruk terhadap calon isteri saya dan keluarganya.

Langkah apakah yang harus saya ambil? saya benar-benar bingung sekali. Sering saya berdoa minta petunjuk-Nya, tetapi hati ini masih merasa tidak tenang. Apa yang harus saya (dan calon Isteri saya) lakukan? Mohon bantuannya kerana saya benar-benar ingin menjadi seorang muslim yang taat dan sejati pada Allah SWT. Terima kasih, wassallamualaikum wr. wb.



Jawaban:

Pertama, kami mengucapkan selamat atas Saudara yang telah memeluk Islam dan bergabung bersama barisan kaum muslimin dalam hidup beribadah kepada Allah SWT, Tuhan Pencipta alam semesta, Tuhan yang Esa, juga telah menciptakan Isa putera Maryam, yang oleh umat Nasrani dianggap sebagai anak Tuhan, na'udzubillahimindzalik. Semoga kini Saudara tidak beranggapan lagi kepercayaan yang keliru itu, yang dengannya menjadikan mereka menyekutukan Allah Yang Maha Esa.

Menanggapi permasalahan Saudara, maka kami sampaikan sedikit rumusan sebagai berikut.
pertama, tanamkanlah keyakinan bertauhid kepada Allah yang kuat kepada diri Saudara dan calon isteri Saudara. Hubungannya dengan permasalahan Saudara yaitu perjodohan, maka kuatkanlah keyakinan Saudara bahwa masalah jodoh itu semata-mata di tangan Allah SWT. Tidak ada satu makhluk pun di dunia ini yang dapat menjodohkan Saudara dengan seseorang, dan tidak pula yang dapat menjauhkannya. Apabila datang waktunya Saudara untuk menikah, pasti Saudara akan terlaksana pernikahan itu. Tidak ada yang dapat mengundurkan dan tidak pula yang dapat memajukan waktunya. Ini salah satu modal keyakinan yang dapat Saudara pegang untuk memperolehi ketenangan di dalam jiwa Saudara. Dengan demikian, hendaknya Saudara tidak perlu memikirkan hingga pening kepala, apakah Saudara berjodoh dengan si dia atau tidak. Boleh Saudara berfikir sekadar naluri normal sebagai manusia yang memiliki akal, tetapi harus tetap terkendali, dan yang penting adalah selalu tanamkanlah jiwa yang tenang dalam diri Saudara. Pada saatnya seseorang itu menikah, pada hakikatnya Allah telah menunjukkan baginya jalan keluar.

kedua, di dalam keyakinan agama Islam, jika Allah mencintai seseorang, ada akalanya seorang itu akan mendapat tentangan sebagai ujian baginya. Semakin tinggi darjat seseorang di sisi Allah, semakin tinggi pula kadar tentangannya. Para ulama, para wali, para nabi, dan para rasul adalah orang-orang yang mendapat tentangan dan ujian yang berat-berat dari Allah SWT. Akan tetapi, mereka adalah orang-orang kekasih Allah; mereka adalah orang-orang yang sangat dekat kepada Allah, sehingga ucapan dan doa mereka makbul. Berhubungan dengan permasalahan Saudara, maka tanamkanlah keyakinan ini kuat-kuat di dalam diri Saudara. Dengan demikian, langkah awal Saudara di dalam menempuh jalan yang lurus, yang juga merupakan hidayah Allah dengan memeluk Islam pasti akan menghadapi tentangan-tentangan. Tentangan yang sudah kelihatan di antaranya adalah dari keluarga Saudara sendiri. Supaya tidak gentar menghadapi tentangan itu, pandanglah tentangan itu sebagai tangga bahwa Saudara akan naik darjatnya setelah dapat melewati tangga itu. Saudara tidak perlu takut, takut itu adalah godaan syaitan. Allah telah memberikan tentangan itu kepada Saudara sesuai dengan kadar kemampuan yang dimiliki Saudara. Allah tidak memberikan cubaan kepada seseorang, kecuali sesuai dengan kemampuannya. Dalam hal ini Saudara harus menanamkan keyakinan yang kuat bahwa pertolongan Allah itu sewaktu-waktu akan datang. Apa yang tidak terjangkau oleh akal, maka jangan Saudara khuwatirkan, kerana di situ ada pertolongan Allah. Saudara akan merasakannya saat tentangan ini dilalui dan dijalani dengan keyakinan kepada Allah yang kuat.

Hadapilah orang tua Saudara dengan lemah lembut. Dekatilah orang tuamu dan katakan sebenarnya kepadanya. Bila sekali pendekatan dia tidak boleh menerima, bersabarlah. Dekatilah untuk yang kedua kalinya, dan seterusnya sampai dia menerima. Sebab, agama adalah urusan masing-masing, tidak boleh dipaksakan. Insya Allah orang tua Saudara akan mengetahui hal ini. Setelah orang tua Saudara boleh menerima, katakanlah bahwa saya harus segera menikah untuk menghindari hal-hal dan godaaan-godaan yang tidak diinginkan. Untuk menghindari kesan negatif bahwa Islam ternyata seperti itu (gampang nikah), maka katakan kepadanya, itu bukan kerana Islam, tetapi itu dalam rangka memenuhi kebutuhan biologis saya dan dalam rangka menyelamatkan diri saya dari segala kemaksiatan kepada Allah SWT.

ketiga, selain berusaha memecahakan masalah dengan bekal kemampuan yang ada pada diri Saudara, juga dengan bekal keyakinan tauhid yang mantap, maka lengkapilah ikhtiar Saudara dengan berdoa. Mintalah pertolongan kepada Allah SWT dengan melakukan salat malam, salat hajat, dan lain-lain, lalu berdoalah kepada-Nya setelah salat tersebut. Kerana, pada waktu-waktu itu doa banyak dikabulkan oleh Allah SWT. Semoga dengan doa yang Saudara panjatkan, Allah akan memberikan jalan keluar yang baik. Sesungguhnya Allah adalah pemberi jalan keluar yang terbaik. Sekian, semoga Saudara dimudahkan urusannya oleh Allah SWT, amin.

 

  Semasa


Komen


"kisah mualaf:Saya Baru Masuk Islam, Bagaimana Menghadapi Tentangan?" | Login/Mendaftar | 0 Komens
Threshold
Komen di sini adalah hakmilik yang menghantar. Pihak Pengurusan Portal tidak ada kena mengena.






Datacenter Solution oleh Fivio.com Backbone oleh JARING Bukan Status MSCMyPHPNuke Portal System

Disclaimer: Posting dan komen di dalam Portal Komuniti Ukhwah.com ini adalah menjadi hak milik ahli
yang menghantar. Ia tidak menggambarkan keseluruhan Portal Komuniti Ukhwah.com.
Pihak pengurusan tidak bertanggung jawab atas segala perkara berbangkit
dari sebarang posting, interaksi dan komunikasi dari Portal Komuniti Ukhwah.com.


Disclaimer: Portal Komuniti Ukhwah.com tidak menyebelahi atau mewakili mana-mana parti politik
atau sebarang pertubuhan lain. Posting berkaitan politik dan sebarang pertubuhan di dalam laman web ini adalah menjadi
hak milik individu yang menghantar posting. Ia sama-sekali tidak ada
kena-mengena, pembabitan dan gambaran sebenar pihak pengurusan Portal Komuniti Ukhwah.com

Portal Ukhwah
Hakcipta 2003 oleh Ukhwah.com
Tarikh Mula: 14 Mei 2003, 12 Rabi'ul Awal 1424H (Maulidur Rasul)
Made in: Pencala Height, Bandar Sunway dan Damansara Height
Dibina oleh Team Walasri




Loading: 0.178779 saat. Lajunya....